PEMALANG, Joglo Jateng – Menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang mulai melakukan skema pembatasan mobilitas masyarakat. Skema tersebut guna mencegah kemungkinan datangnya gelombang Covid-19.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemalang Mu’minun mengatakan, secara nasional Kementerian Perhubungan sudah mulai mengatur persiapan libur Nataru. Mulai dari pembatasan, hingga metode ganjil genap rencananya akan diterapkan.
“Kalau secara nasional akan diterapkan pembatasan dan pemberlakuan ganjil genap di jalan tol. Tapi untuk Pemalang, masih kita kaji dan rapatkan kembali,” kata Mu’minun saat diwawancarai, Minggu (5/12).
Kendati masih dalam kajian ulang untuk penerapan ganjil genap di daerah, ia menuturkan, tetap akan ada pembatasan. Pembatasan tersebut guna membatasi mobilitas masyarakat agar tidak menumpuk di libur Nataru.
Ia menyebutkan, untuk Pemalang rencananya pembatasan tidak sampai pada penutupan jalan seperti pada saat PPKM darurat. Namun, beberapa posko pengamanan akan dibentuk untuk monitoring.
“Kalau penyekatan seperti PPKM kemarin itu kemingkinan enggak. Cuman ada beberapa posko pengamanan,” lanjutnya.
Rencananya, posko tersebut akan dijaga oleh tim gabungan TNI, Polri, Dishub serta Satpol PP. Dengan harapan, bisa mengatur mobilitas masyarakat. Pasalnya, libur Nataru identik dengan euforia, sehingga perlu dikendalikan.
Ia berharap, khususnya masyarakat Pemalang, bisa paham bahwa kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga, perlu meningkatkan kesadaran agar tetap membatasi mobilitas, serta menjaga protokol kesehatan.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan rapat koordinasi bersama. Termasuk lintas sektoral antar kota dan kabupaten. Informasi lebih lanjut, nanti akan segera kami sampaikan,” pungkasnya. (fif/all)










