Disrupsi Digital Paksa UMKM Bertransformasi

GUNTING: Menkop dan UKM RI Teten Masduki saat meresmikan Shopee Solo Creative and Innovation Hub di Solo Technopark, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SOLO, Joglo Jateng – Disrupsi digital gelombang kedua memaksa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan akselerasi transformasi digitalisasi. Sehingga sektor UMKM dalam negeri memiliki daya saing tinggi. Baik di pasar domestik maupun global.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan, transformasi digital ini juga bertujuan agar rakyat Indonesia bisa mengoptimalkan kekuatan ekonomi digital yang memiliki nilai sangat besar. Yakni Rp 640 triliun.

“Tahun ini selama pandemi ada Rp 640 triliun dan digital ekonomi kita di tahun 2025 diprediksi terbesar di Asia Tenggara, yakni mencapai Rp 1.700 triliun,” ujarnya saat peresmian Shopee Solo Creative and Innovation Hub di Solo Technopark, belum lama ini.

Keberadaan e-commerce dan inovasi-inovasi digital lain merupakan hal yang penting bagi perekonomian. Apalagi, Indonesia memiliki struktur demografi yang didominasi oleh anak muda, yakni hampir 68 persen.

“Dari survei anak muda ini punya minat besar, hampir 70 persen berminat untuk menjadi wirausaha. Nah, kami ingin ke depan pengembangan wirausaha kita itu by design. Berbasiskan produk kreativitas dan inovasi teknologi,” tuturnya.

Dengan demikian, sektor UMKM dalam negeri memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun di pasar global. Selain itu, melalui keberadaan wadah-wadah kreativitas wirausaha tersebut, ia ingin agar jumlah pelaku usaha bisa terus bertambah.

“Saat ini persentase kewirausahaan kita masih 3,47 persen dan di 2024 targetnya naik menjadi 3,95 persen. Untuk menjadi negara maju minimum 4 persen. Dalam hal ini, Shopee mengakomodasi anak muda di Solo untuk menjadi wirausaha muda yang unggul,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, Shopee bekerja sama dengan Pemkot Surakarta berupaya menghadirkan ekosistem bagi UMK dan anak muda. Dengan demikian, diharapkan wadah tersebut bisa menjadi semangat baru bagi pelaku UMKM ataupun anak muda agar bisa mengembangkan kreativitasnya.

“Kami memberikan wadah agar ekosistem ini bisa terbentuk. Kami hadirkan secara gratis, sehingga bisa dimanfaatkan untuk co-working space dan ruang meeting untuk eksplorasi, inovasi hingga kolaborasi,” terangnya. (ara/ern)