12 Orang Terjangkit, 1 Meninggal, DBD di Pemalang Relatif Rendah

Yulies Nuraya Kabid P2P Dinas Kesehatan Pemalang
Yulies Nuraya Kabid P2P Dinas Kesehatan Pemalang. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sebanyak 12 orang warga Pemalang terjangkit virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan satu orang meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah tersebut relatif mengalami penurunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Pemalang Yulies Nuraya mengatakan, pada Minggu ke-48 ini tercatat ada 12 warga terjangkit virus DBD. Satu diantara meninggal dunia.

“Saat ini ada 12 kasus yang sedang kami tangani. Satu yang meninggal disebabkan keterlambatan penanganan,” ungkapnya saat wawancara, Rabu (8/12).

Lebih jauh, ia menjelaskan, bahwa jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu, dengan jumlah 43 kasus. Dengan demikian, ia berharap masyarakat ikut waspada terhadap potensi meningkatnya kasus DBD.

Menurutnya, musim penghujan berpotensi meningkatkan kasus DBD. Karena kelembaban udara meningkat. Sehingga proses perkembangbiakan nyamuk semakin cepat.

“Kalau ada kasus bisa langsung lapor ke puskesmas terdekat. Nanti puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi dan akan ditindaklanjuti Dinas Kesehatan,” lanjutnya.

Pasca dilakukan penyelidikan epidemiologi, biasanya akan dilakukan fogging untuk membasmi sarang dan jentik nyamuk. Hal tersebut guna meminimalisir muncul kasus DBD baru.

Menurutnya, masyarakat juga bisa bersama-sama berupaya agar terhindar dari DBD. Mulai dari hal yang paling sederhana dengan menjaga kebersihan dan mengurangi adanya genangan air.

“Untuk mencegah, masyarakat bisa melakukan pembasmian sarang nyamuk dan tabur lavasida (abatisasi). Atau yang paling mudah dengan melakukan 3M, untuk menjaga kebersihan,” paparnya. (fif/all)