Verstappen Sukses Wujudkan Mimpinya Juara Dunia F1

BERSAMA: Bos tim Red Bull Christian Horner dan Max Verstappen melakukan selebrasi setelah sang pebalap Belanda meraih gelar juara dunia Formula 1 di Grand Prix Abu Dhabi, Sirkuit Yas Marina, UEA, Minggu (12/12) (ANTARA/JOGLO JATENG)

ABU DHABI, Joglo Jateng – Max Verstappen digadang-gadang sebagai calon juara dunia Formula 1 jauh sebelum ia memasuki olahraga balap itu. Pada usia 17 tahun untuk pertama kalinya dia menjalani debut sebagai rookie pada 2015.

Akhir pekan lalu di Abu Dhabi, Verstappen mewujudkan mimpinya dengan kemenangan yang dramatis. Pebalap Belanda yang didukung ribuan fan beratribut oranye itu, menyalip juara dunia tujuh kali dari tim Mercedes Lewis Hamilton di lap terakhir balapan penutup musim di Yas Marina.

“Max Verstappen, kamu adalah juara dunia. Sang juara dunia. Kamu telah membalap layaknya seorang juara di sepanjang tahun ini. Kamu layak mendapatkan itu. Kamu mewujudkannya dan kami sangat mencintai kamu,” teriak bos tim Red Bull Christian Horner lewat radio.

Kemenangan itu seakan membuka era baru di F1. Meskipun Hamilton yang kini berusia 36 tahun tak diragukan lagi bakal merebut kembali gelar yang hilang tahun depan. Di saat kedua pebalap rival itu dengan sportif berpelukan sebelum naik ke podium.

“Tujuan saya ketika saya masih kecil adalah menjadi pebalap F1 dan berharap untuk menang, berharap berada di podium. Ketika mereka memainkan lagu kebangsaan Anda, berharap mereka mengumandangkan lagu kebangsaan Anda. Dan ketika mereka berdiri di sana dan mereka mengatakan bahwa Anda juara dunia, itu sesuatu yang luar biasa,“ ungkap Verstappen.

Menjadi pebalap Belanda yang pertama kali menjadi juara dunia, Verstappen sangat bertekad merebut titel itu musim ini. Dirinya telah memberi perlawanan berarti bagi Hamilton untuk pertama kalinya yang berasal dari luar timnya.

Verstappen terlahir sebagai pebalap, telah berada di olahraga tersebut sejak bayi. Yakni ketika sang ayah Jos membalap di F1, dan segera berada di balik kemudi setelah ia bisa berjalan.

Jos dua kali naik podium untuk Benetton pada 1994 sebagai rekan satu tim Michael Schumacher kala itu. Keluarga mereka juga sering berlibur bersama, namun ia pensiun tanpa mendekati kesuksesan.

Ibu dari Max, Sophie Kumpen, adalah seorang pebalap karting yang handal. Sophie juga menjadi lawan calon juara dunia F1 waktu itu Jenson Button.

Verstappen mencetak rekor di F1 sebagai pebalap termuda yang mencetak poin dan memenangi balapan (pada usia 18 tahun). Ia menjadi pebalap di luar tim Mercedes yang merebut gelar juara dunia sejak Sebastian Vettel berjaya dengan Red Bull pada 2013. Hamilton pun melihat ancaman itu jauh-jauh hari.

“Selalu ada orang yang menunggu untuk mengambil posisi saya. Saya mendapati Max berada di sana menunggu untuk merebutnya,” kata Hamilton pada 2017 saat mengamankan titel keempatnya.

GEMBIRA: Pembalap Red Bull Max Verstappen melakukan selebrasi setelah memastikan dirinya sebagai juara dunia Formula One F1, di Sirkuit Yas Marina Circuit, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, akhir pekan lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

Di saat kedua rival itu terlibat persaingan tersengit dalam beberapa tahun terakhir, salah satu dari mereka telah menjadi pebalap terbaik sepanjang masa. Mereka memiliki banyak perbedaan.

Hamilton terlibat di fashion, musik dan menggunakan platformnya sebagai satu-satunya pebalap berkulit hitam di paddock untuk mempromosikan kesetaraan ras dan keberagaman. Verstappen sementara itu memiliki kesibukan yang lebih sedikit.

“Hobi favorit? itu pertanyaan yang sulit. Di samping F1, saya sering melakukan balap virtual. Saya rasa itu hobi. Tapi saya juga tidak terlalu menekuninya,” ujar Verstappen di GP Arab Saudi.

Verstappen juga merupakan pebalap yang tak jarang kelewat batas.

Hamilton mengatakan di Jeddah bahwa Verstappen membalap seakan aturan tidak berlaku kepadanya. Tapi Horner mengatakan itu bukan masalahnya.

“Max membalap seperti Tyson Fury bertarung. Dia semacam itu. Anda tahu dia akan mengerahkan segalanya dan jika Anda memukul dia jatuh, dia akan bangun. Dia memiliki semangat yang membara itu, komitmen untuk habis-habisan,” terang bos tim Red Bull itu. (ara/fat)