Heri Pudyatmoko Minta Kemudahan Berusaha Tetap Utamakan Kepentingan Masyarakat

DIALOG: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah (DPRD), Heri Pudyatmoko saat menghadiri FGD bertema “Membangun Ekosistem Investasi yang Berdaya Saing” yang digelar di Kabupaten Wonosobo, belum lama ini. (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

WONOSOBO, Joglo Jateng – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kemudahan berusaha penting untuk menarik investasi, namun tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan, perlindungan lingkungan, maupun kesejahteraan warga.

Heri mengatakan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu terus menciptakan iklim usaha yang sehat melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, serta pelayanan publik yang profesional.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

“Kemudahan berusaha memang harus terus didorong agar investasi tumbuh. Namun, setiap investasi juga harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan tidak mengabaikan kepentingan daerah,” ujarnya dalam FGD bertema “Membangun Ekosistem Investasi yang Berdaya Saing” yang digelar di Kabupaten Wonosobo, belum lama ini.

Menurut Heri, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Investasi yang berkualitas harus mampu menyerap tenaga kerja lokal, mendorong tumbuhnya UMKM, serta memperkuat perekonomian daerah.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan setiap investasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan aspek tata ruang, kelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, investasi dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Investor membutuhkan kepastian hukum, sementara masyarakat membutuhkan kepastian bahwa investasi membawa manfaat. Dua kepentingan ini harus berjalan seimbang,” katanya.

Heri juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem investasi yang kompetitif. Menurutnya, komunikasi yang baik akan menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus meminimalkan potensi konflik di lapangan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal mampu mengisi peluang kerja yang tercipta dari masuknya investasi. Dengan SDM yang kompeten, manfaat investasi akan lebih banyak dirasakan oleh daerah.

“Jangan sampai investasi justru lebih banyak dinikmati pihak luar. Masyarakat lokal harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi melalui kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, maupun pengembangan usaha,” jelasnya.

Heri berharap forum diskusi tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat daya saing investasi di Jawa Tengah tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila investasi mampu memberikan manfaat yang berkeadilan.

“Kita ingin investasi di Jawa Tengah terus tumbuh, tetapi pertumbuhan itu harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itulah tujuan utama pembangunan yang harus terus kita jaga,” pungkasnya. (adv/gih)