Program Dinkes Wonosobo, Tingkatkan Derajat Kesmas Hingga Dukung MBG

AUDIENSI: Audiensi Tim Asistensi Visi dan Misi RPJMD Kabupaten Wonosobo dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Rabu (1/7/2026). (IST/JOGLO JATENG)

WONOSOBO, Joglo Jateng – Keaktifan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus Tim Asistensi Visi dan Misi RPJMD Kabupaten Wonosobo. Rencana pembangunan rumah sakit baru juga dibahas dalam audiensi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo tersebut.

Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Wonosobo itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan memaparkan sejumlah program prioritas. Program ini akan mendukung target pembangunan daerah di bidang kesehatan.

“Seluruh program yang kami jalankan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (kesmas),” kata Jaelan, Rabu (1/7/2026).

Mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), penguatan layanan puskesmas, hingga dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Rintisan rumah sakit baru juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan membawahi tiga unit organisasi. Ketiganya yakni RSUD sebagai unit organisasi bersifat khusus, 24 puskesmas sebagai unit fungsional, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sebagai unit pelaksana teknis (UPT).

Terdapat lima program prioritas yang menjadi fokus selama periode RPJMD 2025–2029. Di antaranya, Satu Desa Satu Integrasi Layanan Prima, rintisan rumah sakit baru, dan Cek Kesehatan Gratis di 24 puskesmas.

“Selain itu juga dukungan terhadap MBG, serta pemenuhan jaminan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Pada 2025, Dinas Kesehatan mengelola anggaran sebesar Rp 344,83 miliar dengan realisasi mencapai Rp 333,93 miliar. Target pendapatan sektor kesehatan juga berhasil melampaui target di berbagai unit pelayanan, baik puskesmas, RSUD, maupun Labkesda.

Dia menambahkan, target cakupan Cek Kesehatan Gratis pada 2026 ditetapkan sebesar 54 persen. Hingga Senin (1/6/2026), kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Wonosobo mencapai 926.628 jiwa atau 97,38 persen dari jumlah penduduk.

Namun, tingkat kepesertaan aktif baru mencapai 70,77 persen, sehingga hal ini masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain itu, rintisan rumah sakit baru direncanakan melalui pengembangan Puskesmas Selomerto I yang saat ini masih dalam tahap studi kelayakan.

Untuk mendukung pelaksanaan MBG, Dinas Kesehatan juga terus memperkuat pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan. Pengawasan juga mencakup pemeriksaan sampel makanan dan air, serta pelatihan higiene sanitasi pangan.

Langkah lainnya meliputi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pembentukan Tim Pengawas Keamanan Pangan, dan penyediaan bank sampel makanan. Pembentukan Tim Gerak Cepat penanganan keracunan pangan hingga membuka layanan hotline pengaduan juga dilakukan.