Kontes Dombos Wonosobo Dorong Pelestarian Populasi dan Ekonomi

DOMBOS: Peternak lokal pamerkan Domba Wonosobo (Dombos) andalannya saat kontes berlangsung, Sabtu (4/7/2026). (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

WONOSOBO, Joglo Jateng – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke-201, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo kembali menggelar kontes akbar Domba Wonosobo (Dombos).

Event tahunan ini menjadi ajang bergengsi bagi para peternak lokal maupun luar daerah untuk menampilkan domba unggulan mereka. Sekaligus sebagai upaya nyata dalam melestarikan plasma nutfah asli daerah.

Ketua Panitia Pelaksana Kontes Domba Wonosobo, Fajri Dwi Rezkiarto menyampaikan, esensi dari kontes ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni berfokus pada pelestarian populasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ya seperti tahun-tahun sebelumnya, konsep kali ini dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke-201,” ujar Fajri saat diwawancarai di lokasi kontes, Sabtu (4/7/2026).

“Seperti biasa, kami melaksanakan kontes untuk pelestarian populasi Domba Wonosobo agar bisa meningkatkan ekonomi untuk masyarakat dan peternak di sekitar Wonosobo,” imbuhnya.

Kontes tahun ini menghadirkan total 11 kelas yang dilombakan secara ketat. Kategori yang disediakan mencakup seluruh fase pertumbuhan domba.

Mulai dari usia dini hingga dewasa, serta kategori khusus untuk bobot berat.

Fajri menjelaskan, keberadaan kelas bobot ini bertujuan untuk memotivasi para peternak. Khususnya dalam menghasilkan domba pedaging berkualitas tinggi.

“Ada 11 kelas dari anakan, bakalan, dan dewasa dua kelas, serta ada kontes untuk bobot. Karena kita juga mendorong teman-teman peternak kalau Domba Wonosobo itu domba unggul,” jelasnya.

“Pedaging unggul yang bisa memenuhi ketahanan pangan nasional juga,” paparnya.

Ia juga menambahkan mengenai sebaran asal peserta kontes yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Peserta kita dari sekitaran Wonosobo, Jawa Tengah, dan ada sampai Jawa Timur. Seperti Banyuwangi, Blitar, Kediri, Bojonegoro, Jombang,” beber Fajri.

“Pokoknya udah mulai meratalah untuk peserta sekarang, masuknya udah bisa secara skala kontes nasional,” tambahnya.

Sektor peternakan Dombos kini menjelma menjadi investasi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat.

Efek domino dari kontes rutin ini berhasil mendongkrak harga pasar Dombos secara fantastis. Terutama, bagi domba-domba yang memiliki silsilah (recording) yang jelas dan berprestasi. (cr1/ree/rds)