Bandara Adi Soemarmo Boyolali Lakukan Simulasi Penanganan Keadaan Darurat Jelang Natal

SIBUK: Dokumentasi calon penumpang hendak masuk ke terminal keberangkatan di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SOLO, Joglo Jateng – Bandara Adi Soemarmo Boyolali melakukan sejumlah persiapan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Termasuk melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dalam simulasi penanganan keadaan darurat.

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan mengungkapkan, pihaknya menyelenggarakan table top exercise dan modular exercise. Pelatihan ini sebagai panduan dan acuan dalam melaksanakan latihan darurat.

“Agar implementasi sistem penanggulangan keadaan darurat di bandar udara lebih efektif dan efisien,” ujarnya di Boyolali, Rabu (15/12).

Ia mengatakan table top adalah jenis latihan simulasi strategi yang dilakukan di ruangan untuk menguji kemampuan personel dalam mengambil keputusan. Khususnya sehubungan dengan kegiatan pertolongan dan pemadaman kebakaran yang mungkin dilakukan sebelum mencoba latihan.

Sedangkan, latihan modular adalah bentuk latihan atau uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat berdasarkan modul latihan yang telah ditentukan. Latihan ini melibatkan sebagian dari anggota komite baik di bandar udara atau sekitar bandar udara.

Melalui latihan tersebut, diharapkan seluruh instansi dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab anggota komite. “Terutama jika terjadi kondisi darurat keselamatan maupun darurat keamanan di bandar udara,” ucapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan panduan narator dan alur komunikasi, koordinasi, serta komando yang divisualisasikan menggunakan animasi digital. Terdapat dua skenario yang digunakan pada simulasi penanganan keadaan darurat ini. Skenario pertama adalah keadaan darurat penerbangan siaga II, di mana pesawat mengalami kerusakan salah satu mesin namun pesawat berhasil mendarat dengan aman dan selamat.

“Sedangkan skenario kedua adalah keadaan darurat keamanan penerbangan dengan adanya ancaman bom di bandar udara,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan tersebut melibatkan Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, Lanud Adi Soemarmo, dan LPPNPI Kantor Cabang Adi Soemarmo. Kemudian Brimob, Maskapai, Polsek Ngemplak, Danramil, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Bandara Adi Soemarmo, dan Perwakilan Groundhandling.

“Melalui upaya ini kami berupaya meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan menjelang Natal dan Tahun Baru dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan secara konsisten guna pelayanan prima terhadap pengguna jasa,” tungkasnya. (ara/ern)