KOTA, Joglo Jogja – Lomba vlog demokrasi digelar di Yogyakarta. Diadakan guna menyiapkan pelajar menjadi influencer demokrasi bagi kelompok sebaya mereka. Sehingga semakin banyak pelajar yang memahami demokrasi. Kegiatan ini diikuti 45 tim atau pelajar dari 25 SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta
“Lomba ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan pendidikan politik yang kami lakukan. Harapannya nantinya bisa menjadi influencer di kalangan generasi milenial,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta Budi Santosa, Senin (20/12).
Menurut dia, generasi muda, khususnya pelajar SMP harus sudah dibekali dengan pendidikan politik yang cukup. Karena dalam beberapa tahun ke depan, sudah akan memiliki hak pilih. Dengan pemahaman yang cukup, generasi muda akan menjadi pemilih yang cerdas. Serta tidak terhanyut dalam informasi-informasi yang tidak benar.
“Lomba ini juga untuk mengasah kreativitas anak-anak. Harapannya, anak-anak tertarik memahami demokrasi apabila disampaikan dengan bahasa atau istilah yang menjadi keseharian mereka,” terangnya.
Vlog kemudian diunggah melalui media sosial Instagram. Karena dinilai paling banyak digunakan oleh pelajar. Setiap pemenang akan memperoleh uang dan piagam penghargaan. Rp5 juta untuk pemenang pertama, Rp4 juta untuk peringkat kedua dan Rp3 juta untuk peringkat ketiga.
Juara pertama diraih pelajar SMP Negeri 8 Yogyakarta, diikuti peserta dari SMP Negeri 2 Yogyakarta. Sedangkan posisi ke tiga dari SMP Stella Duce.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap, melalui lomba tersebut akan meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam berbagai kegiatan demokrasi. Salah satunya pemilihan umum.
“Harapannya ada peningkatan partisipasi. Tidak hanya terlibat dalam proses demokrasi atau ikut menjadi pemilih dalam pemilu tetapi tetapi aktif dalam pengembangan demokrasi dan dimungkinkan terjun di politik,” ucapnya.
Namun demikian, ia berharap kreasi vlog yang dibuat pelajar tersebut benar-benar mampu disampaikan dengan bahasa yang menarik. Sehingga menjembatani komunikasi pendidikan politik untuk generasi muda.(ara/bid)










