Polda Siap Jemput Bola Vaksinasi Anak

SEMANGATI: Wakapolda Jateng Brigjen Abioso Seno Aji saat meninjau kegiatan vaksinasi di SD Kemala Bhayangkari 02, Pedurungan, Rabu (5/1). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Polda Jateng siap melakukan jemput bola untuk kegiatan vaksinasi anak. Hal tersebut agar target dari vaksinasi tersebut tercapai sesuai sasaran.

Hal itu dikatakan Wakapolda Jateng Brigjen Abioso Seno Aji saat menggelar kegiatan vaksinasi di SD Kemala Bhayangkari 02, Pedurungan, Rabu (5/1). Wakapolda dalam kegiatan yang bertajuk Vaksinasi Merdeka Anak itu didampingi PJU Polda Jateng dan Kapolrestabes Semarang.

Wakapolda menyebutkan, dalam kegiatan tersebut, ada 150 anak yang menerima suntikan vaksin Sinovac dosis pertama. Sedangkan di seluruh Jawa Tengah, Vaksinasi Merdeka Anak pada Selasa (5/1) dilakukan secara serentak di 19 Polres di Jajaran Polda Jateng.

Masing-masing polres menggelar kegiatan secara jemput bola di TK, SD, dan klinik polres setempat. Ada pun sasaran vaksinasi adalah anak usia 6-11 tahun dengan jumlah penerima sebanyak 2.022.464 orang. Ditargetkan dalam sehari dilakukan 500-2000 dosis suntikan di setiap polres.

Wakapolda juga mengikuti arahan Kapolri yang dilaksanakan secara virtual pada kegiatan vaksinasi anak di Pedurungan. Ia menjabarkan beberapa pencapaian terkait penanganan Covid-19 dan vaksinasi di Jawa Tengah.

Menurut Wakapolda, terhitung pada hari Selasa (4/1), jumlah kasus positif di Jateng hanya 84. Kasus aktif terdapat di Karanganyar, Brebes, Kendal, Sukoharjo dan Temanggung.

“Secara umum, vaksinasi di Jateng telah mencapai 79,91 persen, melebihi target vaksinasi nasional yang sebesar 70 persen. Pencapaian ini didukung dengan vaksinasi aglomerasi Polri di Semarang Raya yang telah mencapai 117,62 persen dan di Solo Raya yang menyentuh angka 140,94 persen,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, berdasar golongan usia, pelaksanaan vaksinasi di Jateng telah diberikan kepada lansia dengan penerima sebanyak 71,82 persen, anak usia 12-17 tahun sebanyak 90,61 persen, anak usia 6-11 tahun sebanyak 32,81 persen, dan terhadap guru sebanyak 102 persen. (cr3/gih)