PATI, Joglo Jateng – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 sebesar Rp 471.419 juta. Jumlah tersebut diambil dari kekayaaan daerah dan retribusi tempat wisata.
Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono melalui Kasi Progam dan Keuangan Titin Lestari menjelaskan, pada tahun sebelumnya PAD Pati dari sektor pariwisata mengalami penurunan dratis. Hal tersebut disebabkan adanya beberapa tempat wisata yang ditutup akibat pandemi Covid-19.
“Secara pendapatan kami memang sedikit, apalagi masih kondisi pandemi seperti ini. Sumber pendapatan paling besar hanya retribusi wisata dan sewa tanah,” ucap Titin.
Dinporapar akan terus mengupayakan agar tahun ini bisa mencapai target yang telah ditentukan. Salah satunya dengan mengembangkan beberapa desa yang memiliki potensi wisata.
“Di Pati terdapat 40 destinasi wisata, Kami jelas mengandalkan tiket wisata. Pada awal tahun ini saja sudah ada pendapatan Rp 21 juta dari wisata Gunung Rowo, belum wisata yang lain,” ujarnya.
Titin menambahkan, pembinaan dan kerja sama akan terus dilakukan agar dapat memantau potensi yang ada. Selain itu, pihaknya yakin tahun ini dapat mencapai target, karena sudah banyak tempat wisata beroprasi lagi.
“Harapan kedepan, pandemi segera pulih. Kemudian kami akan menggali potensi lagi, supaya dapat mengembangkan sektor pariwisata baru dan target di tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya. (cr7/fat)










