SEMARANG, Joglo Jateng – Tim KKN UIN Walisongo gelar Webinar Tentang pentingnya moderasi beragama di ruang digital, Sabtu (22/01/22).
Webinar digelar oleh kelompok 5 dan 6 Mandiri Inisiatif Terprogram dari Rumah (KKN MIT DR) angkatan 13 yang diselenggarakan melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Bidang kajian dan pelatihan Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo, Rabi’atul Adawiyah, Lc. M.S.I. sebagai narasumber dan Keynote speaker Julia Mardhiya, M.Pd, selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang diikuti puluhan peserta dari mahasiswa secara virtual.
Arif fauzi, ketua penyelenggara kegiatan mengatakan bahwa webinar dengan tema “Penguatan Moderasi Beragama di Ruang Digital” sangat penting dilaksanakan karena dapat memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran agama melalui medsos.
“Webinar ini sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat banyaknya pengguna media sosial yang kini belajar melalui ruang digital. Dan kiranya bisa membantu mengurangi bias informasi” ujarnya saat ditemui setelah acara Webinar.
Rabi’atul Adawiyah mengungkapkan bahwa pembahasan moderasi beragama di ruang digital penting untuk direnungkan karena internet tidak bisa dipisahkan dari masyarakat saat ini.
“Tentunya kita tahu ruang digital (medsos) memiliki peranan besar saat ini karena hampir setiap jam kita menggunakannya dan sekarang moderasi agama melalui ruang digital. Maka ruang digital sangat perlu kita bahas karena tidak dapat dipisahkan dari kita sekarang ini.” Jelasnya.
Ia juga menjelaskan masyarakat saat ini cenderung belajar agama melalui medsos yang didalamnya terdapat konten positif maupun negatif.
Sehingga perlu adanya upaya sosialisasi tentang beragama di dunia maya dengan memperjelas sumber informasi dan verifikasi media islam.
Di akhir pemaparan materinya, Rabi’atul Adawiyah berpesan kepada generasi sekarang agar kreatif dalam membuat konten edukasi moderat yang dirujuk dari kitab otoritatif.
“Banyak yang bisa dirujuk sebagai konten moderat, bisa juga dari kitab-kitab yg otoritatif dan tentunya teman-teman dari generasi Z ini bisa kreatif dalam pembuatannya yang kemudian kita sharing.” Pungkasnya.










