PEMALANG, Joglo Jateng – Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Pemalang semakin memprihatinkan, terbukti Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 322 kasus positif hingga, Sabtu (12/2) lalu. Hal itu membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten gencar menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Yulies Nuraya mengatakan, pertambahan kasus saat ini harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat. Hal tersebut lantaran diperkirakan dalam sehari terdapat penambahan kurang lebih 20 kasus Covid-19. Sehingga prokes masyarakat harus ditingkatkan.
“Ingat selalu prokes, karena saat ini Covid-19 sedang meningkat. Meskipun telah vaksinasi, bukan tidak mungkin dapat tertular virus. Lindungi diri, agar kita dan keluarga dapat dijauhkan dari pandemi ini,” ujarnya di Pemalang, Sabtu (12/2).
Ia menambahkan, terutama untuk para pelajar dan guru yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Karena sudah ditemui beberapa kasus yang terjadi di satuan pendidikan. Di mana saat ini ada empat sekolah yang harus menutup PTM, akibat ada salah satu siswanya positif Covid-19.
“Kasus itu ada di SDN Bulu, SMAN 1 Comal, SDN Purwoharjo, dan MI Moga. Dari seluruh sekolah itu, yang kami ajukan ke Dinas Pendidikan untuk ditutup kegiatan PTMnya yaitu SMA 1 Comal. Karena ditemui lebih dari 10 kasus, dan dikhawatirkan sekolah lain terjadi hal serupa. Jadi masih kami evaluasi,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemalang Agus Mulyadi mengatakan, bahwa saat ini Pemalang masih berada di level dua PPKM. Maka dari itu, belum ada penerapan penutupan jalan untuk membatasi ruang gerak masyarakat.
“Kebijakan tersebut dilandasi oleh Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM level. Sekarang Pemalang masih level dua, namun untuk aktifitas malam kami batasi sampai pukul 10 malam. Dan semua kegiatan masyarakat dihentikan. Termasuk mini market 24 jam kita batasi juga,” terangnya.
Pihaknya mengingatkan, kepada seluruh masyarakat Pemalang untuk terus menerapkan prokes ketat. Terutama masker tidak boleh turun dari hidung dan mulut. Karena meskipun telah mendapatkan vaksin Covid-19, tetap masih ada potensi terpapar virus. Jadi budaya prokes harus ditegakkan.
“Semua harus menerapkan prokes 5M (Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas) dan harus terus dibudayakan. Agar Covid-19 bisa kita lawan bersama,” imbuhnya. (fan/all)










