PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa isu strategis yang dikaji. Mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, infrastruktur dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan, pengentasan kemiskinan ekstrem (PKE) menjadi fokus utama. Lantaran prosentase kemiskinan ekstrem di Pemalang sebesar 9,52 persen atau 124 ribu jiwa. Oleh karena itu pihaknya meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bekerja sama dalam penanganannya.
“Diperlukan upaya yang extraordinary, inovatif, integratif, dan kolaboratif dari semua pihak. Sehingga pengentasan kemiskinan ekstrem dapat tuntas pada tahun 2024. Sesuai dengan target dari pemerintah pusat,” terangnya di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (14/2) (14/2).
Lebih lanjut, ia menambahkan, salah satu program prioritas dalam PKE adalah renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan jamban sehat, penyediaan akses air minum, dan penyediaan listrik murah bagi rumah tangga miskin ekstrem. Dari total 70 ribu RTLH di Pemalang, saat ini baru terselesaikan sebanyak 17,8 ribu unit atau 25,51 persen.
Ia menjelaskan, pada 2021 PKE diprioritaskan pada lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Belik, Watukumpul, Petarukan, Moga, Bantarbolang. Untuk tahun 2022 di Kecamatan Randudongkal, Taman, Pulosari, Pemalang, dan Comal. Dengan tetap menyelesaikan PKE 2021, dan tahun 2023 diprioritaskan di Kecamatan Warungpring, Ulujami, Bodeh dan Ampelgading.
Selain itu, salah satu peningkatan IPM melalui penanganan tingginya anak tidak sekolah (ATS) di Pemalang. Yang dilakukan dengan program Njuh Sekolah Maning. Dengan berfokus untuk mengembalikan ATS ke sekolah. Bagi ATS yang bersedia sekolah dengan diberikan fasilitas belajar dan beasiswa. Untuk mereka yang tidak mau bersekolah, pihaknya akan memberikan penyuluhan yang berfokus pada pendidikan.
“Lokasi prioritas penanganan ATS di tahun 2021 adalah Desa Sikayu, Karangasem, Randudongkal, Sitemu dan Jojogan. Sedangkan untuk tahun 2022 dan 2023 disingkronkan dengan PKE,” ujarnya. (fan/all)










