Pergaulan Yang Sehat Membentuk Kepribadian Yang Positif Pada Remaja

Oleh: Upik Emawati,S.Pd
Guru BK SMPN 3 Demak, Kab. Demak

MASALAH pergaulan remaja dewasa ini sering menjadi topik pembicaraan sekaligus menjadi sumber kerisauan dan keprihatinan kita semua. Masa remaja yang seringkali kita sebut sebagai masa pubertas merupakan masa dimana seorang anak mengalami perubahan secara fisik, psikis dan kematangan seksualitasnya. Dimana perubahan itu terjadi  sangat mencolok dan membutuhkan penyesuaian diri terhadap tuntutan sosialnya.

Sebagai orang tua, seorang pendidik, maupun pihak yang hidup di masyarakat, kepedulian terhadap nasib masa depan generasi muda harus dikedepankan dan menjadi perhatian yang utama. Munculnya keprihatinan itu memang cukup beralasan, mengingat masih ada pergaulan remaja yang berdampak negatif, baik bagi remaja sendiri maupun orang tua dan bahkan orang lain.

Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, masa pencarian jati diri, masa dimana remaja butuh untuk diakui, butuh pengakuan diri yang tinggi. Pada masa ini, suasana hati (mood) remaja bisa berubah-ubah dengan sangat cepat. Perubahan suasana hati yang drastis pada diri remaja bisa jadi dikarenakan beban hidup ataupun tuntutan hidup yang begitu tinggi, adanya kegelisahan, pertentangan, kebingungan, dan konflik pada diri sendiri. Masa remaja adalah masa peralihan menuju kedewasaan. Masa ini sangat penting, karena bila dapat dilewati dengan baik maka remaja akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.

Remaja dan pergaulan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Bisa kita ketahui bersama di era globalisasi seperti sekarang ini, dengan kecanggihan teknologi yang ada, munculnya smartphone dan maraknya media media sosial, dimana disitu remaja dengan mudahnya mengakses segala hal yang ada, bila tidak ada filter dan pengawasan yang ketat, itu semua bisa menjadi tantangan yang berat bagi perkembangan pribadi remaja saat ini.

Pergaulan pada remaja akan sangat  banyak membawa pengaruh pada diri remaja, baik itu pengaruh secara positif maupun negatif. Pengaruh negatif dari pergaulan remaja disebabkan oleh faktor kelompok remaja itu sendiri yang kurang memperhatikan norma,baik dari norma agama maupun adat istiadat. Pergaulan yang berpengaruh negatif merupakan racun bagi perkembangan remaja,pengaruh tersebut  antara lain : perilaku yang tidak bermoral, merokok, minum minuman keras, kecanduan obat-obatan terlarang, kriminalitas, tawuran, seks bebas, dan pornografi.

Remaja dengan pergaulan yang sehat, memiliki kecerdasan sosial yang tinggi ,komunikasi yang baik akan sangat membantu dalam pembentukan kepribadian yang positif. Prinsip pergaulan yang sehat  bisa kita ketahui dari pola pergaulan remaja itu sendiri, antara lain: 1) adanya kesadaran beragama pada diri remaja, 2) memiliki rasa setia kawan, 3) selektif dalam pemilihan teman, 4) selalu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, 5) memiliki batasan batasan dalam pergaulan antara teman laki laki dan perempuan, 6) menstabilkan emosi atau tenang dalam setiap menghadapi permasalahan.

Dengan mengetahui dampak yang muncul dari pergaulan remaja, baik dampak positif maupun dampak negatif, diharapkan para remaja dapat memiliki pergaulan yang baik dan sehat sehingga kualitas hidupnya juga akan meningkat sebagai pondasi untuk tumbuh sebagai dewasa sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang kurang baik dan kurang sehat. (*)