Klopp Buru Kemenangan, Burnley Jaga Momentum

KAWAL KETAT: Pesepak bola Liverpool Mohamed Salah (depan) dihadang pesepak bola Leeds United Junior Firpo dalam laga lanjutan Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis (24/2) dini hari. (ANTARA/JOGLO JATENG)

INGGRIS, Joglo Jateng – Pelatih Liverpool, Juergen Klopp enggan membesar-besarkan keberhasilan Liverpool memangkas jarak dari Manchester City. Hal itu seusai timnya melumat Leeds United 6-0 dalam laga tunda Liga Inggris di Anfield, Kamis (24/2).

Kemenangan itu membuat Liverpool kini hanya berjarak tiga poin dari City dalam perburuan gelar juara. Tetapi Klopp menegaskan bahwa timnya tidak berusaha mengejar sang juara bertahan dan hanya berupaya untuk memburu kemenangan di tiap pertandingan.

“Sejujurnya, kami tidak mengejar City. Kami berusaha memenangi pertandingan,” kata Klopp selepas laga dikutip dari situs resmi Liverpool.

Lebih jauh Klopp mengutarakan bahwa jarak tiga poin itu sangat mungkin kembali melebar jadi enam poin. Mengingat akhir pekan nanti Liverpool tampil di final Piala Liga Inggris melawan Chelsea, sementara City tetap main di liga.

“Akhir pekan nanti kami akan main final Piala Liga dan City masih main di liga. Rntah melawan siapa, tapi mungkin mereka menang dan jarak jadi enam poin lagi sebelum jadwal pertandingan berikutnya,” ujar Klopp.

Dipertandingan lainnya, manajer Burnley Sean Dyche berharap timnya bisa menjaga momentum setelah membenamkan Tottenham Hotspur 1-0. Gol semata wayang yang dicetak kapten Ben Mee ke gawang Tottenham menandai kali pertama Burnley mampu meraih dua kemenangan beruntun musim ini.

Hasil ini sekaligus membuat mereka mengantungi sembilan poin dalam enam pertandingan terakhir. Hal ini pastinya bakal berpengaruh untuk perjuangan menghindari ancaman degradasi. Dyche memuji kerja keras para pemainnya serta mengungkapkan rasa bangga atas etos kerja yang diperlihatkan Burnley.

“Untuk menghadapi empat tim besar dan meraih poin seperti yang kami lakukan sungguh hasil bagus karena ini bukan rangkaian jadwal yang mudah, bisa mendapatkan sembilan poin dari enam laga itu serta mencatatkan empat kali nirbobol,” kata Dyche selepas laga dikutip dari situs resmi Burnley.

“Kami masih memiliki setumpuk pekerjaan, tapi penampilan belakangan sungguh memuaskan dan bisa menjadi pondasi,” ujarnya menambahkan.

INTRUKSI: Manajer Burnley Sean Dyche (kiri) memberi arahan kepada bek James Tarkowski di tengah laga melawan Tottenham di Stadion Turf Moor, Burnley, Rabu (23/2) waktu setempat. (ANTARA/JOGLO JATENG)

Dalam enam pertandingan terakhir tim asuhan Dyche menghadapi setidaknya empat tim Big Six yakni Arsenal, Manchester United, Liverpool dan Tottenham. Dari empat pertandingan tersebut Burnley hanya gagal meraih poin melawan Liverpool. Sementara dilaga lainnya mereka berhasil mengimbangi Arsenal dan MU serta mengalahkan Tottenham.

Lantas Burnley juga main imbang lawan Watford serta mengalahkan Brighton & Hove Albion dalam rangkaian hasil positif tersebut. Dyche memuji kontribusi para suporter Burnley yang tak lelah membanjiri para pemain dengan dukungan meskipun klub dalam situasi sulit.

“Suporter sungguh luar biasa. Ini musim yang berat dan masih banyak pekerjaan menanti, tapi suporter selalu memainkan peranannya di situasi ini, terus meneriakkan nama pemain tanpa lelah,” kata Dyche.

Kemenangan atas Tottenham cukup memperbaiki posisi Burnley jadi urutan ke-18 dengan 20 poin. Meskipun masih berkutat di zona degradasi, tapi mereka memiliki sedikitnya dua laga simpanan yang belum dimainkan. (ara/fat)