Chelsea For Sale

JUAL: Miliarder Rusia pemilik klub Inggris Chelsea, Roman Abramovich, yang menjadi subyek penyelidikan atas penerbitan kewarganegaraan Portugal. (ANTARA/JOGLO JATENG)

LONDON, Joglo Jateng – Pemilik Chelsea Roman Abramovich mengatakan pihaknya berencana untuk menjual klub Liga Premier Inggris tersebut. Taipan asal Rusia itu mengatakan bahwa dia telah membuat keputusan yang sangat sulit dan sangat menyakitkan untuk menjual Chelsea.

Abramovic menegaskan bahwa dia tidak meminta klub untuk melunasi hutang kepadanya. Kemudian hasil penjualan akan disumbangkan kepada korban perang.

“Saya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub. Dalam situasi saat ini, saya telah mengambil keputusan untuk menjual klub. Karena saya yakin ini demi kepentingan terbaik klub, para penggemar, karyawan, serta sponsor dan mitra klub,” ujar Abramovic yang dikutip BBC.

Pada akhir pekan lalu, dia telah mengatakan bahwa Chelsea akan diurus dan dirawat oleh yayasannya. Setelah Rusia melakukan invasi militer ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Menurut laporan BBC, Abramovich menghargai klub tersebut dengan nilai 3 miliar poundsterling (sekitar Rp 57 triliun).

Abramovic juga menyampaikan, proses penjualan klub tidak akan dipercepat. Pihaknya akan menikuti langkah-langkah yang semestinya. Dirinya juga tidak akan meminta pinjaman apapun untuk dilunasi.

“Saya telah menginstruksikan tim saya untuk mendirikan yayasan amal di mana semua hasil bersih dari penjualan akan disumbangkan. Yayasan itu akan bermanfaat bagi semua korban perang di Ukraina,” tambahnya.

Abramovich membeli Chelsea pada 2003 senilai 140 juta poundsterling. Usai akuisisi tersebut, dia mengatakan bahwa langkah itu tidak pernah tentang bisnis atau uang, tetapi tentang hasrat murni untuk sepak bola dan klub.

Seorang miliarder asal Swiss, Hansjorg Wyss mengatakan bahwa dia ditawari kesempatan untuk membeli Chelsea. Wyss mengatakan Abramovich ingin cepat menjual Chelsea setelah aset-aset miliknya terancam disita pemerintah Inggris.

Pengusaha 55 tahun itu diduga memiliki ikatan kuat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. tetapi hal itu dibantah olehnya. Dia mengatakan semua hasil bersih dari penjualan akan disumbangkan kepada korban perang di Ukraina. (ara/fat)