KUDUS, Joglo Jateng – Setelah harga cabai dan harga ayam yang mulai merangkak naik, kini harga telur juga naik di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Kudus. Hal ini sudah terjadi dari tahun ke tahun ketika menjelang bulan Ramadan.
Salah satu pedagang telur di Pasar Bitingan Kudus Irma (40) mengatakan, harga telur sudah sepekan ini mengalami kenaikan. Yakni dari harga Rp 19-20 ribu perkilogram, saat ini menjadi Rp 26 ribu perkilogramnya.
“Biasa kalau menjelang bulan Ramadan hargannya mengalami kenaikan. Tapi, biasanya ketika sudah Ramadan harganya turun kembali. Namun nanti ketika Lebaran akan naik lagi,” ucapnya.
Menurutnya, kenaikan harga telur saat ini belum terlalu tinggi. Irma membandingkan dengan kenaikan pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada akhir dan awal tahun lalu, yang mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni mencapai Rp 31-33 ribu perkilogram.
“Meskipun ini harga telur mengalami kenaikan, tapi pembeli di saya tidak berkurang. Karena saya rasa, naiknya ini tidak terlalu tinggi seperti pada saat Nataru Jumat (11/3),” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, harga daging ayam di Kota Kretek juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya dari semula Rp 32 ribu menjadi Rp 34 ribu. Pasalnya, harga daging ayam mengikuti harga telur.
Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bitingan Kudus Eny Handayani menyampaikan, kenaikan harga sudah dialaminya sejak sepekan lalu. Menurutnya, hal seperti ini sudah kerap terjadi setiap tahunnya menjelang bulan Ramadan.
“Harga daging ayam ini mengikuti harga telur, jika telur mengalami kenaikan ya daging ayam ini juga naik harganya,” ujarnya. (sam/fat)










