BATANG, Joglo Jateng – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana tengah melakukan normalisasi Sungai Gabus, yang disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir. Permasalahan banjir kerap melanda di Kabupaten Batang. Khususnya untuk wilayah Kelurahan Watesalit, Desa Kalipucang, Desa Denasri dan Kelurahan Kasepuhan.
“Hari ini kita ketemu dengan BBWS Pemali Juana. Untuk mencari solusi permasalahan masyarakat terkait banjir. Khususnya penanganan Sungai Gabus,” kata Bupati Batang Wihaji, usai audiensi dengan Kepala BBWS Pemali Juana di ruang Abirawa Bupati Batang, Senin (21/3) .
Wihaji menyebutkan, permasalahan Sungai Gabus menjadi salah satu penyebab banjir, karena pendangkalan. Oleh karena itu harus ada solusi, yaitu normalisasi sungai.
“Semoga nanti ada jalan keluar agar tidak banjir. Dan selama ini ada beberapa persawahan yang tergenang air bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi menjelaskan, kehadirannya ke Batang karena mendapat penugasan. Karena wilayah Batang dan Kota Pekalongan menjadi wilayah sungai kewenangannya yang berada di Provinsi Jawa Tengah.
“Di Batang khususnya Sungai Gabus, sudah mengalami pendangkalan. Terjadi penurunan muka tanah dan subsidensi. Sehingga alur sungainya sudah tidak kelihatan dan begitu datang hujan semuanya tergenang,” terangnya.
Permasalahan itu, lanjutnya, menjadi perhatian untuk melakukan normalisasi dengan membuat tanggul di kiri kanan sungai.
“Akan kita bikin tanggul, supaya kanan kirinya tidak kebanjiran lagi. Sehingga lahan yang selama ini tergenang bisa dimanfaatkan kembali,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa normalisasi Sungai Gabus saat ini masih dalam pengerjaan. Yang dimulai sejak tahun Senin (21/3).
“Kita koordinasi dengan Pak Bupati, untuk melakukan pendataan. Dengan tujuan menginventaris lahan-lahan yang terkena sepanjang normalisasi Sungai Gabus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, pengerjaan normalisasi sungai itu menjadi satu kesatuan. Yaitu dengan penanganan banjir rob kota Pekalongan.
“Keseluruhan, kita diminta menangani masalah banjir rob Kota Pekalongan. Ternyata disitu menjadi satu sistem dan satu kesatuan dengan Batang yaitu Sungai Gabus,” tuturnya.
Sementara itu, ia menambahkan, normalisasi akan selesai di bulan Desember 2023. Paket pekerjaan itu yakni Sungai Loji, Sungai Banger, Drainase Nglumprit dan Sungai Gabus.
“Pengerjaan itu kan selesai 2023. Dengan total nilai anggarannya mencapai Rp1,1 triliun,” ujarnya. (hms/all)










