SAKHIR, Joglo Jateng – Bos tim Formula 1 Red Bull, Christian Horner, memuji kolega sekaligus rivalnya di Mercedes, Toto Wolff. Baru-baru ini Wolff secara terbuka membicarakan mengenai masalah kesehatan mental yang menderanya selama lebih dari satu dasawarsa terakhir. Meskipun timnya mengalami kesuksesan luar biasa.
Menurut Horner itu merupakan topik penting dan harus menjadi pemahaman bersama. Meski ia pribadi mengaku belam pernah mengalami apa yang dirasakan Wolff.
“Kredit sepenuhnya kepada Toto atas keberaniannya membicarakan masalahnya terkait kesehatan mental. Saya pikir dalam bisnis ini, hal itu adalah sesuatu yang sangat kami sadari dan kami coba cari cara pendekatan proaktif,” kata Horner.
Sebelumnya, kepada harian Sunday Times, Wolff mengaku bahwa ia rutin menjadwalkan sesi konsultasi dengan psikiater sejak 2004. Dirinya telah menghabiskan lebih dari 500 jam sesi terapi.
“Saya pernah menderita secara mental, malahan masih. Mendapatkan bantuan adalah cara saya mengatasi masalah ini. Itu banyak membantu saya mengakses potensi yang belum terjamah sebelumnya,” kata pria Austria yang sudah sukses membawa Mercedes menorehkan rekor gelar juara konstruktor delapan tahun beruntun itu.
Wolff dan Horner terlibat dalam perang adu mulut nyaris sepanjang musim lalu. Tensi tinggi itu tertulari persaingan Max Verstappen merebut gelar juara dunia dari Lewis Hamilton.
Verstappen pada akhirnya memenangi persaingan itu. Tetapi Hamilton dan Mercedes tidak menyembunyikan perasaan bahwa mereka dirampok, karena keputusan kontroversial terkait safety car yang diambil oleh race director Michael Masi yang kini tak lagi menjabat.
Terlepas dari kepribadian dan gambarannya yang agresif di muka publik, Wolff mengaku bahwa ia kerap merasa tertekan dan tidak memadai. “Semuanya tergantung pada bagaimana Anda memandang diri sendiri. Orang-orang terkenal yang tampaknya memiliki segalanya sebetulnya sedang berjuang, saya pikir kami memiliki kewajiban untuk mengatakan bahwa kami mendapatkan bantuan dan hal itu oke,” ungkapnya.
Pesenam tim Olimpiade Amerika Serikat Biles mendobrak percakapan global tentang kesehatan mental atlet dalam keikutsertaannya di Olimpiade Tokyo musim panas lalu. Sementara Osaka sudah menjadi langganan berbicara di depan media tentang perjuangannya mengelola kesehatan mental.
“Simone Biles dan Naomi Osaka pantas mendapatkan banyak pujian atas cara mereka berbicara tentang ini,” ujar Wolff menyudahi. (ara/fat)










