DBD Meningkat, Ingat Lakukan PSM

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Budi Nur Rokhmah. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bantul  mengalami peningkatan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diminta untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM).

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Budi Nur Rokhmah menjelaskan, bahwa menurut kajian pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terbaik adalah PSM. Hal ini dapat dilakukan dengan 3M Plus, seperti menyikat kamar mandi atau bak penampungan.

Selain itu juga menutupnya dan menggunakan ulang barang-barang yang dapat menampung air. Sehingga barang tersebut tidak dalam posisi menampung air. Untuk menghindari perindukan sarang nyamuk.

“3M Plus nya itu bermacam-macam ya. Misalnya juga ada yang sulit menguras kamar mandi karena bak mandinya besar, sementara simbah-simbah (nenek-nenek) dapat menggunakan ikanisasi atau menaburkan larvasida ke dalam bak tersebut,” ujarnya, Senin (28/3).

Selain hal tersebut, Budi juga menjelaskan perlunya ventilasi ruangan yang cukup. Serta menghindari menggantung baju di dalam rumah.

“Memang harus seperti itu agar nyamuknya tidak bisa berkembang. Ventilasi ruangan yang cukup juga mencegah terjadinya perindukan nyamuk,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Pemerintah Kabupaten Bantul di tahun 2022 melakukan upaya dengan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Gajah Mada (UGM). Yaitu dalam penerapan World Mosquito Program (WMP) Jogja. Program ini adalah program penerapan teknologi Aedes aegypti berwolbachia di Bantul.

“Di Kota Yogyakarta sudah diujikan dan mampu menurunkan insedius DBD sampai 77 persen. Serta menurunkan hospitalisasi atau angka rawat inap di rumah sakit hingga 86 persen,” ucapnya.

Budi menjelaskan bahwa di tahun 2022 sudah dimulai pembentukan pemberantasan sarang nyamuk. Kemudian diadakan pelatihan serta sosialisasi ke kelurahan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Pelepasan telur Aedes aegypti akan dilakukan pada Mei mendatang selama enam bulan, rencana sampai November nanti. Jadi nantinya Aedes aegypti yang mengandung bakteri wolbachia, dimana wolbachia itu sendiri adalah bakteri dari lalat buah yang diekstraksikan dan di micro injeksikan dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti,” katanya. (ers/bid)