PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam usaha mencegah terjadinya penularan penyakit terutama Tuberkulosis (TB) di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang membuat tim penanganan TB. Dengan menggandeng sejumlah pihak swasta dan organisasi yang bergerak dalam bidang kesehatan. Harapannya dapat meminimalisir kenaikan kasus seperti pada 2021 lalu. Oleh karena itu, dibentuklah tim Kopi TB (Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Untuk Penanggulangan Tuberkulosis).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pemalang Aris Gunarto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Surip mengatakan, acara pembentukan Tim Kopi TB ini baru pertama kali dilakukan. Hal tersebut karena setelah melihat perkembangan kasus TB pada 2021 yang melonjak
“Kami gandeng pihak swasta sepeti Rumah Sakit atau klinik kesehatan serta organisasi kesehatan. Untuk bersama berperan dalam penanganan TB. Karena angka TB pada 2021 lalu sebanyak 1.625 kasus, naik 166 kasus dibanding tahun sebelumnya,” terangnya di Pemalang, Selasa (12/4).
Kenaikan angka tersebut, terjadi karena masyarakat telalu takut memeriksakan diri ketika sakit. Hal itu menimbulkan ketakutan masyarakat, akibat stereotip mereka bahwa ketika sakit akan digolongkan sebagai Covid-19. Sehingga enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat itu takut akan dicap positif, ketika memeriksakan diri. Padahal saat proses pemeriksaan TB berbeda dengan Covid-19 karena di sini yang dicek adalah dahak mereka. Jadi saya mohon agar masyarakat tidak perlu khawatir, semuanya untuk kebaikan bersama. Dan TB ini termasuk berbahaya sebab penularannya sama seperti Covid-19 yaitu melalui percikan ludah,” jelasnya.
Oleh karena itu, hal ini lah yang menjadi tugas dari tim Kopi TB untuk mengedukasi dan mengenalkan masyarakat terkait penyakit TB. Dari sikap batuk harus benar, tidak boleh ludah sembarangan dan selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) terutama memakai masker.
Menurut data tahun 2022, kasus TB dari perhitungan sampai triwulan pertama mencapai 451 kasus. Harapannya, kasus TB tidak dapat teratasi dengan dibentuknya tim ini. Dan tingkat kesadaran masyarakat akan TB juga bertambah.
“Mari bersama menjaga kesehatan diri dan lingkungan, terutama penyakit TB, dengan penularan cukup cepat dibandingkan penyakit lainnya. Dengan prokes ketat salah satunya memakai masker kita dapat mengantisipasi penularannya,” imbuhnya. (fan/all)










