LONDON, Joglo Jateng – Peraih gelar terbanyak Liga Inggris Manchester United kembali menelan kekalahan dipartai tandang mereka. Kali ini Arsenal yang menjadi pesaing utama posisi 4 besar menjadi pengganjal. Hasil itu membuat United menelan empat kekalahan tandang berturut-turut dalam era Liga Premier sejak 1981.
Kekalahan membuat peluang United dalam perburuan empat besar semakin terancam. Karena mereka tertahan pada urutan keenam dengan 54 poin atau tertinggal enam poin dari Arsenal (60) yang menembus empat besar.
Dipertandingan lainnya, ambisi finis empat besar Tottenham Hotspur kembali mengalami pukulan ketika ditahan imbang 0-0 oleh tuan rumah Brentford. Setelah melihat Arsenal menggusur mereka dari posisi keempat pada hari yang sama, Tottenham berusaha merebutnya kembali dengan cara mengalahkan Brentford.
Alih-alih meraih poin penuh, mereka tampil justru tidak bersemangat. Justeru anak asuh Antonio Conte itu beruntung mendapatkan satu poin dari kandang Brentford.
Ketika musim menyisakan lima pertandingan lagi, Spurs mengumpulkan 58 poin di tempat kelima, sedangkan Arsenal mengoleksi 60 poin pada urutan keempat. Brentford berada pada urutan ke-11 dan terlihat hampir memastikan diri bertahan di liga papan atas untuk kedua kali berturut-turut.
Usai pertandingan, Manajer sementara Manchester United Ralf Rangnick mengeluhkan sejumlah keputusan VAR yang dinilainya luput saat timnya takluk 1-3 di markas Arsenal. Dalam pertandingan di Stadion Emirates tersebut VAR dan wasit Craig Pawson setidaknya menghasilkan tiga keputusan krusial. Yakni masing-masing satu tendangan penalti untuk kedua tim serta menganulir gol Cristiano Ronaldo pada babak kedua.
Keputusan krusial pertama VAR berkenaan dengan gol Eddie Nketiah yang dianulir karena offside. Tetapi kemudian tinjauan lebih lanjut berujung kepada putusan bahwa Alex Telles melanggar Bukayo Saka di dalam kotak terlarang. Penyerang Inggris itu sukses mengkonversi tendangan penalti menjadi gol kedua tuan rumah pada menit ke-32.

Lantas pada awal babak kedua, VAR dan wasit Pawson mengamati insiden handball yang dilakukan bek Arsenal Nuno Tavares berbuah tendangan penalty. Sayang, peluang itu gagal dikonversi menjadi gol oleh Bruno Fernandes.
Kemudian pada menit ke-60, Ronaldo harus merelakan gol keduanya ke gawang Arsenal dianulir karena putusan offside, sesuatu yang menurut Rangnick keliru. “Gol kedua Cristiano tidak offside. Anda bisa melihatnya dalam perspektif itu. Mereka sepenuhnya berada dalam satu garis sejajar,” kata Rangnick dalam komentar pascalaga yang disiarkan laman resmi United.
Pelatih asal Jerman itu juga menilai VAR juga luput mengamati insiden dugaan handball di kotak penalti Arsenal pada babak pertama. Ketika Jadon Sancho melakukan penguasaan bola.
Rangnick juga menyoroti keputusan wasit mengesahkan gol ketiga Arsenal yang dicetak Granit Xhaka pada menit ke-70. Setelah pertandingan dia sempat menampung keluhan dari kiper David de Gea yang merasa jarak pandangnya terhalang pemain lawan yang seharusnya offside.
“Saya berbicara dengan David de Gea setelah pertandingan dan dia mengaku tidak bisa melihat bola. Nketiah berada di antara ia dan Xhaka. Mereka melakukan tinjauan, tapi entah untuk alasan apa tetap mengesahkan gol tersebut. Ini memperlihatkan mengapa ada VAR dan berharap VAR serta wasit meninjau situasi-situasi itu, dan seharusnya mereka mengambil keputusan yang benar,” ujar Rangnick. (ara/fat)










