JAKARTA, Joglo Jateng – Sedianya perlu edukasi yang masif terkait dengan kesetaraan gender. Hal ini untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa.
“Edukasi masif dan political will dari para pemangku kepentingan untuk mewujudkan kesetaraan gender,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/4).
Secara historis, lanjutnya, banyak perempuan di Nusantara berperan memimpin perlawanan dan mengusir penjajah. Sebagai contoh Panglima Malahayati hingga Ratu Kalinyamat. Namun, dari perjuangan hebat tokoh perempuan tersebut, kesan yang tertanam di tengah masyarakat saat ini perempuan seakan adalah subordinasi dari laki-laki.
Padahal, menurutnya, pada masa lalu kepemimpinan perempuan mampu menciptakan langkah-langkah besar yang menghasilkan kemajuan yang signifikan di wilayah yang dipimpinnya. Misalnya, yang dilakukan Ratu Kalinyamat ketika memimpin perlawanan mengusir Portugis. Ratu dari Jepara itu membangun pakta pertahanan dengan Kerajaan Aceh hingga Maluku dengan membangun poros maritim untuk mempertahankan Nusantara.
Selain itu, ia menuturkan, perempuan di Nusantara sudah memiliki kemampuan dan kapasitas yang sama dengan laki-laki. Oleh karena itu, dia berpendapat, edukasi yang masif perlu untuk terus mengungkap apa yang sebenarnya pernah terjadi pada masa lalu. Adapun tujuannya agar perempuan masa kini memiliki semangat dan pemahaman yang sama terhadap kesetaraan gender.
Sementara itu, Rerie sapaan akrabnya, mengajak para akademisi ikut mempercepat terwujudnya pemahaman masyarakat terkait dengan kesetaraan gender. Juga peran perempuan dalam keseharian melalui berbagai riset ilmiah. Dengan demikian, bisa segera diketahui faktor fakta historis para pemimpin perempuan di Nusantara masa lalu yang belum sepenuhnya terlihat kesinambungannya pada masa kini.(ara/ziz)










