Guardiola Sebut Para Pemain City Sebagai Legenda

BACK TO BACK: Pesepak bola Manchester City Fernandinho mengangkat piala merayakan kemenangan timnya menjuarai Liga Inggris 2021/222, di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, akhir pekan Senin (23/5). (ANTARA/JOGLO JATENG)

MANCHESTER, Joglo Jateng – Liga Premier Inggris telah mengakhiri musim 2021/2022 pada Minggu (22/5) waktu setempat, dengan Manchester City kembali menjuarai liga. Di bawah City, ada Liverpool, Chelsea dan Tottenham Hotspur yang masing-masing finis urutan dua, tiga dan empat, berhak masuk Liga Champions.

Sedangkan Arsenal dan Manchester United yang masing-masing finis urutan lima dan enam, masuk Liga Europa. Sementara West Ham United yang menduduki urutan ketujuh masuk Liga Conference Europa.

Musim depan, ada tujuh wakil Inggris dalam kompetisi Eropa. Hal ini karena Liverpool yang masuk empat besar Liga Inggris juga menjuarai Piala FA. Burnley akhirnya terdegradasi menyusul Norwich City dan Watford yang sudah lebih dulu dinyatakan terlempar ke Liga Championship.

Setelah menjuarai liga keempatnya, manajer Manchester City Pep Guardiola memuji timnya sebagai legenda. Gelar Liga Inggris ini menjadi yang keempat dalam lima tahun terakhir bagi klub kaya raya ini.

“Empat Liga Premier. Orang-orang ini sudah menjadi legenda,  orang harus mengakuinya. Kumpulan pemain ini sungguh abadi di klub ini karena apa yang kami capai sangat sulit,” kata pelatih asal Spanyol itu seperti dikutip Reuters.

“Yang pertama 100 poin (musim 2017-2018), yang kedua di Brighton (hari terakhir musim 2018-2019), yang ketiga tanpa penonton dan yang ini bersama penonton, sungguh yang terbaik,” sambung Guardiola.

Musim ini City tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dalam semifinal dari Real Madrid. Mereka kebobolan tiga gol dalam waktu lima menit pada akhir leg kedua. Saat itu Guardiola berseloroh telah mengambil hikmah dari klub Spanyol itu.

“Saya menelepon Real Madrid dan mereka memberi saya nasihat bagus!. Tak ada jawaban dari Madrid, hari ini tak ada penjelasan. Ini momentum. Kadang-kadang menyenangkan menjalani situasi seperti ini. Saya merasa ini akan membantu kami menjadi lebih kuat musim depan,” katanya.

Bos City ini menyebut atmosfer di Stadion Etihad sebagai yang terbaik yang pernah dia alami dan dia jelas menikmati parade kemenangan. “Mudah-mudahan, kita akan merayakannya dengan cerutu dan bir. Saya akan membawa cerutu saya, tak usah khawatir,” ungkapnya.

Dengan tambahan satu gelar liga membuat mantan pelatih Barcelona ​ini mengungguli Arsene Wenger dan Jose Mourinho yang sama-sama meraih tiga gelar Liga Inggris. Dirinya sukses menjadi manajer asing paling sukses di liga sepak bola Inggris berdasarkan jumlah gelar juara liga yang diraih.

Semua manajer yang berada di atas Guardiola dalam daftar peraih gelar juara liga sepanjang masa itu lahir di Kepulauan British (yang mencakup Inggris Raya, Irlandia dan pulau-pulau keci lainnya). Pelatih asal Skotlandia Alex Ferguson menjadi manajer yang paling banyak mempersembahkan gelar juara liga setelah meraih 13 Liga Premier bersama Manchester United.

Guardiola menyamai empat gelar yang diperoleh Kenny Dalglish, yang juara liga tiga kali bersama Liverpool dan sekali bersama Blackburn Rovers. Guardiola berselisih satu gelar di belakang mantan manajer MU Matt Busby dan dua gelar di belakang mantan manajer Liverpool Bob Paisley yang merebut enam gelar.

Guardiola sudah 10 kali menjuarai liga dari 13 musim sebagai manajer divisi papan atas di seluruh dunia. Dia meraihnya bersama Barcelona, ​​​​Bayern Muenchen dan Manchester City. (ara/fat)