Pasar Semawis Diserbu Masyarakat setelah 2 Tahun Vakum

RAMAI: Situasi Pasar Semawis yang berada di kawasan Pecinan Kota Semarang dipadati masyarakat setelah dua tahun vakum, akhir pekan lalu. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Setelah hampir 2 tahun tutup karena pandemi Covid 19, Pasar Semawis kembali dibuka untuk masyarakat umum. Pembukaan langsung disambut sangat antusias oleh masyarakat Semarang ataupun para wisatawan yang penasaran lokasi tersebut.

Pasar Semawis kembali dibuka untuk pertama kalinya pada Jumat (27/05). Dengan adanya pembukaan Pasar Malam Semawis diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi Kota Semarang.

Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim merasa sangat senang, di hari pertama kalinya Semawis buka langsung disambut baik oleh warga masyarakat. Dia pun tidak menyangka akan seramai ini. Ia mengungkapkan promosi pembukaan ini hanya dilakukan melalui pembuatan video saja yang dibagikan di sosial media.

“Di luar dugaan merasa senang saya, bagus juga terus terang promosinya hanya memakai video saja kemarin ternyata direspon,” katanya, akhir pekan lalu.

Halim menjelaskan, Pasar Semawis kali ini, berbeda dengan sebelumnya. Pada saat ini para pedagang yang berjual di Pasar Semawis diwajibkan untuk menggunakan lapak yang memiliki roda agak mudah dibereskan ketika sudah selesai, dan tidak menganggu aktivitas masyarakat ketik pada siang hari. Tak lupa juga protokol kesehatan juga masih tetap diterapkan di kawsan Semawis ini.

“Perbedaannya protokol kesehatan dan harus beroda dan bisa keluar nanti. Biasanya ditinggal, kalau besok masih ada orang ke sini untuk berbelanja nanti malah menganggu dengan warga. Kita juga memperhatikan keluhan dari warga,” jelasnya.

Sebelum buka untuk pertama kalinya, Halim mengatakan pihaknya sempat memanjatkan doa terlebih dahulu di klenteng untuk bisa kelancaran acara pembukaan Pasar Semawis. Selain itu, untuk waktu buka, dia mengungkapkan Pasar Semawis masih akan tetap buka seperti waktu dulu.

“Kita tadi hanya doa pakai selamatan, tadi sore saya berdoa dulu di klenteng pamit dulu kita harus pamit dulu lah. Kalau bukanya sama seperti dulu hari Jumat, Sabtu, Minggu seperti biasa, jam 6 sore sampai jam 10 malam ,” jelasnya.

Meskipun saat ini, terlihat belum banyak para pedagang yang berjualan. Ia mengatakan karena baru pertama kali buka, pihaknya mencoba dengan puluhan pedagang terlebih dahulu. Nantinya, dia mengatakan juga akan menambah lagi pedagang yang berjual di kawasan Semawis

“Ini baru 47 hampir 50 biasanya 100 lebih sampai 125. kita bertahap dulu nanti baru ditambah lagi. Kalau bisa dipenuhi lagi seperti dulu, meski tidak sampai berdesak-desakan kayak dulu mungkin bisa mendekati sampai 100 baik lah,” tuturnya.

Sebelumnya, halim menceritakan perjuangnya saat ingin membuka pasar ini sudah cukup lama. Perjuang itu, sudah dilakukan dari beberapa tahun, namun baru kali ini saja pasar ini bisa dibuka kembali. “Sebenarnya kita sudah sejak tahun lalu, kita mau buka Agustus terus mundur buka Desember gagal lagi baru sekarang. Jadi memang sudah beberapa kali memang,” ujarnya.

Pada saat tutup pun, Halim mengaku sering sekali mendapatkan pertanyaan dari warga masyarakat yang menanyakan Pasar Semawis dibuka kembali, itu pun disampaikan melalui akun media sosial miliknya.

“Ya sering ada yang tanya setiap saya posting kapan semawis buka?,” ucapnya.

Dengan sudah dibuka Semawis ini, dia berharap bisa membantu pertumbuhan ekonomi yang berada di kota Semarang untuk semakin berkembang. Tak hanya itu, dia menilai pasar ini, juga bisa menjadi simbol keanekaragaman yang ada di kota Semarang.

“Harapannya mungkin bisa ikut memberikan denyut ekonomi di kota Semarang sekaligus tujuan wisata kota Semarang dan juga buat saya ini simbol keberagaman kota semarang,” harapnya.

Rasa senang telah dibuka pasar Semawis tidak hanya dirasakan oleh Halim saja. Tetapi para pengunjung Semawis pun juga merasa senang sekali. Salah satunya, Dira (16) warga Semarang yang sudah cukup lama tidak bisa merasakan seperti ini lagi.

“Merasa senang sekali, karena sudah dua tahun udah vakum. Setelah mendapatkan kabar itu bener-bener pingin kesini gitu. Karena sudah lama tidak ke sini dan suasannya ngangenin banget,” kata Dira.

Dia pun mengharapkan kondisi seperti ini tetap bisa bertahan, dan semoga bisa kembali bisa ramai seperti dulu. “Yang penting situasinya saya harap bisa kondusif karena belum bener pulih dari pandemi ini juga semoga bisa seramai dulu, lebih menyenangkan seperti dulu,” ucapnya. (cr3/gih)