Pasca Pandemi, Iklim Koperasi Mulai Bergeliat

Hepi Priyanto Kepala Diskoperindag Pemalang (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Setelah pandemi mereda sejak awal 2022, gerak iklim Koperasi di Kabupaten Pemalang mulai membaik. Hal tesebut di ungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemalang yang menilai perkembangan koperasi cukup signifikan.

Kepala Diskoperindag Hepi Priyanto mengatakan, bahwa setelah dua tahun mengalami keterpurukan, pada 2022 ini, Koperasi mulai kembali menggeliat di tengah masyarakat. Hal tersebut didukung dengan perekonomian masyarakat yang saat ini menjadi lebih baik, sejak masyarakat diberi kelonggaran dalam pembatasan kegiatan.

“Alhamdulillah sekarang iklim koperasi mulai membaik. Sejak kegiatan ekonomi masyarakat berjalan dengan normal lantaran tidak adanya pembatasan yang berlebihan seperti pada dua tahun belakangan ini,” terangnya di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (14/6).

Ia menjelaskan, jika menilik kebelakang pada saat pandemi, banyak koperasi terpaksa gulung tikar. Akibat mengalami kerugian dari para anggota yang tidak dapat membayar angsuran mereka. Itu tercatat di data Diskoperindag, penurunan jumlah koperasi di Pemalang hampir 50 persen di tahun 2021. Jika dibandingkan pada 2019 sebelum pandemi.

“Dulu itu pada 2019 jumlah koperasi di Pemalang ada 510 koperasi. Seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Penghasilan dan sebagainya. Tetapi karena pandemi dua tahun, terjadi penurunan drastis di 2021,” tuturnya.

Namun, saat ini karena berbagai kebijakan pemerintah, terutama Diskoperindag untuk meningkatkan perekonomian pada 2022, angka perkembangan koperasi semakin membaik. Bahkan menurutnya, banyak dari koperasi yang telah tutup, bisa kembali beroperasi pada tahun ini. Pada data, kurang lebih ada 500 koperasi di 2022 yang kembali beroperasi.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat. Untuk bersama menjaga kestabilan ekonomi, salah satunya dengan menjaga kesehatan tubuh. Agar kasus Covid-19 tidak kembali melonjak. “Bukan hanya kita (Pemkab, Red), tapi ini tugas semua elemen untuk bersama membangun kemajuan ekonomi. Berawal dari hal kecil, yaitu membeli produk buatan lokal. Dengan begitu pastinya akan meningkatkan pendapatan daerah,” imbuhnya. (fan/all)