Metode Role Playing pada Materi Aritmetika Sosial

Oleh: Anita, S.Pd
Guru Matematika SMP N 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

USIA anak SMP khususnya kelas VII adalah usia saat masih suka bermain, sehingga mempengaruhi karakteristik peserta didik dalam proses belajar mereka. Proses pembelajaran yang kurang bervariasi atau kurang tepat pemilihan metodenya akan membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan untuk belajar dan menyebabkan hasil belajar yang tidak optimal. Salah satu metode studi alternatif yang dapat dikembangkan adalah metode role playing.

Selamat Idulfitri 2024

Model pembelajaran role playing atau bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran sosial, yaitu suatu model pembelajaran dengan menugaskan siswa untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana.

Pengajaran matematika di setiap jenjang persekolahan pada dasarnya mengacu pada dua tujuan pokok, yaitu tujuan yang bersifat formal yang memberi tekanan pada penataan nalar serta pembentukan pribadi anak, dan tujuan yang bersifat material yang memberi tekanan pada kemampuan memecahkan masalah dan penerapan matematika, baik dalam bidang matematika maupun untuk bidang ilmu lainnya (Soedjadi, 2000:45).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Menurut Sudjana (1991), inti dalam proses pembelajaran adalah kegiatan belajar peserta didik. Dalam hal ini, guru sebagai pengajar dan pembimbing harus mampu menerapkan pendekatan yang baik, sehingga dapat meningkatkan kadar kegiatan belajar siswa sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan matematika. Selain faktor dari siswa dan guru, ada beberapa faktor yang juga perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Salah satunya adalah metode dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak sesuai dengan materi pembelajaran, sehingga materi yang diterima oleh siswa sulit dipahami dan dimengerti. Soekarwati (1995) mengatakan bahwa diduga penyebab kegagalan siswa adalah model atau metode pembelajaran yang diberikan oleh guru kurang sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Oleh karena itu guru harus melatih siswa dengan menggunakan berbagai metode dan model yang bervariasi sehingga pada saat proses pembelajaran agar para siswa merasa nyaman dan mudah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Metode role playing menuntut adanya kecerdasan, ketegasan, ketangkasan, serta adanya kerja sama dari siswa. Salah satu tujuan diterapkannya metode pembelajaran role playing adalah agar siswa lebih mudah dalam memahami suatu materi pelajaran, merasa senang dalam proses pembelajaran, serta mudah mengingat materi yang telah disampaikan guru. Metode role playing adalah salah satu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan peserta didik. Pengembangan imajinasi dan penghayatan itu dilakukan peserta didik dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini banyak melibatkan siswa dan membuat siswa senang belajar. Dengan menerapkan metode bermain peran, akan terjadi suasana yang menggembirakan bagi peserta didik selama belajar. Metode role playing dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari. Dengan melakukan peran suatu kasus pada materi pelajaran yang sedang dibahas, para peserta didik bersangkutan diharapkan dapat menghayati kejadian itu, sehingga pemahaman dan sikap mereka terhadap mata pelajaran matematika khususnya materi aritmetika sosial semakin meningkat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pembelajaran matematika untuk materi aritmetika sosial pada kelas VII diberikan pada semester genap. Pada SMP Negeri 7 Pemalang, peserta didik merasa asyik belajar saat menggunakan metode role playing. Hal itu dikarenakan, peserta didik seperti bermain tetapi belajar dengan bisa memerankan perannya masing-masing, ada yang jadi penjual dan pembeli sehingga sangat jelas bisa memahami apa itu penjual, pembeli, penjualan, pembelian, untung, rugi, persentase untung dan rugi. Peserta didik bisa praktik langsung, walaupun dalam proses belajarnya kelas agak ramai tetapi masih kondusif. Metode role playing sangat disukai peserta didik khususnya pada materi aritmetika sosial, dengan cara belajar yang langsung dipraktikkan sehingga peserta didik mudah mengingat. Dengan metode role playing pada materi aritmetika sosial di kelas VII SMP Negeri 7 Pemalang dapat meningkatkan hasil belajar. (*)