Kudus  

Disdikpora Kudus Lakukan Koordinasi Pendampingan IKM Jenjang SMP

PAPARAN: Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) M. Zubaedi sedang menyampaikan koordinasi terkait Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMP 2 Kudus, Kamis (30/6/2022). (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

Terdapat tiga pilihan IKM jalur mandiri. Diantaranya meliputi jalur mandiri belajar, jalur mandiri berubah, serta jalur mandiri berbagi. Untuk jenjang SMP di Kabupaten Kudus, semuanya memilihi IKM jalur mandiri berubah. Yakni pada kelas VII sudah mengikuti kurikulum merdeka. Namun, untuk kelas VIII serta IX masih menggunakan kurikulum 2013.

“Untuk jalur mandiri belajar, kurikulumnya masih 2013. Namun, konsep dan capaian pembelajarannya harus disesuaikan dengan kurikulum merdeka. Sedangkan Jalur mandiri berbagi, mirip dengan mandiri berubah. Cuma diharuskan menyusun modul ajar sendiri, kemudian mengimbaskan di sekolah lain,”

FOKUS: Suasana peserta rapat koordinasi terkait Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di SMP 2 Kudus, Kamis (30/6/2022).

Pihaknya mengatakan, In House Training (IHT) di sekolah sebenarnya telah dilakukan sejak 2021 secara mandiri, ketika ada kurikulum prototipe. Sampai dengan kurikulum merdeka ditetapkan, pihak sekolah tinggal melanjutkan persiapan yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka.

“Pada 2021, kurikulum prototipe waktu itu memang belum matang. Sehingga dimatangkan lagi pada kurikulum merdeka di awal tahun 2022,” ungkapnya.

Dari pemerintah sudah menetapkan bahwasannya dalam kurikulum merdeka tidak akan diadakan diklat. Sehingga semua yang terlibat dalam IKM, baik itu kepala sekolah, wakakur, guru-guru, dan lainnya harus bisa belajar secara mandiri, bergerak sendiri, serta kreatif dan inovatif.

“Semoga IMK bisa berjalan dengan lancar, semua apihak yang terlibat benar-benar bisa mengimplementasikan di sekolah masing-masing. Akan ada evaluasi bersama selanjutnya, karena tidak ada yang salah dan benar pada kurikulum merdeka. Yang ada hanya pas atau kurang pas,” tuturnya. (cr1/fat)