Membuat Kreasi Patung Tiga Dimensi dengan Bubur Kertas

Oleh: Sri Setyarini, S.Pd. SD
Guru SDN 01 Sokawangi, Kec. Taman, Kab. Pemalang

SAAT anak memasuki bangku sekolah, jiwa seni dalam diri mereka menjadi luntur. Alasannya karena banyak dari orang tua peserta didik dan pengajar lebih menekankan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan prestasi akademik, serta mengesampingkan prestasi seni siswa. Namun, kita tidak bisa memaksakan kecerdasan dalam satu bidang saja pada seorang anak, karena kecerdasan masing-masing anak tentulah berbeda-beda. Ada yang cerdas dalam bidang akademik, ada juga yang cerdas dalam bidang seni. Hal yang harus dipahami, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Tugas orang tua dan guru adalah mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas siswa yaitu melalui muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Salah satu bentuk praktik pembelajaran muatan tersebut di kelas VI SD Negeri 01 Sokawangi, Taman, Pemalang adalah membuat patung tiga dimensi dari bubur kertas.

Cara membuat patung tiga dimensi dari bubur kertas ternyata cukup mudah. Meski demikian, untuk membuatnya menjadi sebuah patung yang aesthetic, memerlukan tahapan yang banyak. Langkah pertama yaitu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, mulai dari kertas, koran, tepung kanji, kawat kasa, tang, gunting, air, baskom, cat semprot, dan alas kardus atau tripleks. Selanjutnya, rendam kertas ke dalam air dan tunggu hingga kertas menjadi lunak. Sambil menunggu kertas menjadi lunak, siswa dengan bantuan guru membuat kerangka dari kawat kasa yang dibentuk sesuai keinginan. Penggunaan kawat kasa bertujuan agar proses pengerjaan lebih mudah, sebab untuk memotong kawat kasa cukup dengan menggunakan gunting dan karakter kawat kasa lebih mudah dibentuk. Jika kertas sudah benar-benar lunak, kertas diremas-remas hingga menjadi seperti bubur. Tahap selanjutnya, pembuatan lem perekatnya dengan langkah-langkah merebus tepung kanji ke dalam air secukupnya. Aduk adonan tepung kanji terus menerus hingga seluruh adonan larut merata dan mulai memiliki tekstur layaknya lem. Proses pengadukan tersebut bertujuan agar hasil akhir lem dari tepung kanji tidak menggumpal. Kemudian, campurkan lem kanji dan bubur kertas secara merata, karena jika terlalu banyak lem kanji akan membuat patung menjadi susah untuk kering. Apabila penggunaan lem kanji terlalu sedikit, maka akan membuat patung tersebut menjadi mudah retak.

Tahap berikutnya, mulai mempraktikkan cara membuat bubur kertas menjadi patung ke tahap pelumuran kerangka. Perlu diperhatikan, bahwa cara ini membutuhkan ketelitian. Maka, dilakukan dengan hati-hati. Pertama adalah melumuri kerangka yang telah dibuat dengan seluruh bahan campuran lem kanji dan bubur kertas tersebut. Pastikan semua kerangka yang dibuat sudah tertutup rata. Apabila proses melumuri semua kerangka sudah selesai, langkah selanjutnya adalah proses pengeringan adonan bubur kertas dan lem kanji. Namun proses pengeringan dilakukan dengan cara tidak dijemur, sebab penjemuran akan membuat patung menjadi retak. Jika seluruh patung sudah mengering, maka dilanjutkan prosesnya ke bagian pewarnaan dengan memberi alas sebelum melakukan pengecatan dengan cat semprot.

Setelah semua tahap diselesaikan, selanjutnya masuk ke tahap terakhir, yaitu penyemprotan cat. Pertama-tama, warnai patung dengan lapisan dasar yaitu warna hitam untuk warna yang lebih gelap, atau putih jika warna lapisan selanjutnya lebih cerah. Setelah cat semprot tersebut sudah mengering, patung dicat dengan warna lain sesuai selera. Jika seluruh tahapan telah selesai, tunggu hingga cat mengering, dan patung dari bubur kertas siap dipajang di tempat yang sudah disiapkan. (*)