Selain itu, pada narasi lakon itu disebutkan saat Kesultanan Demak dipimpin Sultan Trenggono mempunyai putri cantik jelita bernama Retno Kencono. Lalu putri tersebut yang diperistri pangeran dari Aceh Darussalam bernama Pangeran Toyib yang berganti nama sebagai Pangeran Hadirin.
Saat suaminya wafat, Retno Kencono memegang pucuk pimpinan di Jepara dengan nama Ratu Kalinyamat. Di saat itu negeri tetangga Johor dan Aceh dilanda kolonialisme oleh Portugis dan Ratu Kalinyamat menggalang bantuan mengusir penjajah.
Oleh karena itu, ia menekankan, masyarakat Jepara dan Indonesia harus mendapatkan pemahaman sejarah yang benar dari negeri ini.
Adapun pagelaran yang dipadati penonton warga Jepara dan sekitarnya itu, juga dihadiri oleh Pratikno (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara), Nur Hidayat (Ketua Komisi C DPRD Kab Jepara), Padmono Wisnugroho (Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kab Jepara), H. Ali Mansur (Pengurus DPW NasDem Jawa Tengah) dan Petinggi Desa Mayong Lor.(hms/ziz)










