Beri Edukasi & Konsultasi Kesehatan Mental Anak

PEDULI: HIMPSI Pemalang saat mengadakan konsultasi dan edukasi pentingnya kesehatan mental untuk anak dan remaja di Kantor Kesbangpol Pemalang, Minggu (24/7). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Pemalang adakan kegiatan konsultasi serta edukasi kesehatan mental terutama pada orang tua dan anak. Dengan kegiatan tersebut harapannya kepada para orang tua agar lebih paham bagaimana cara mendidik anak dengan memperhatikan kesehatan mental.

Koordinator acara Rina Wahyurini sekaligus anggota HIMPSI mengatakan, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan mental. Di mana masih sedikit masyarakat Pemalang yang paham apa arti kesehatan mental terutama pada anak dan remaja.

“Kita sampaikan untuk masyarakat agar paham tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama psikologi anak saat baru menginjak usia remaja. Sebab pada masa-masa itu, orang tua harus terus mengawasi anak dan memberikan pendampingan dengan tetap menjaga psikologi mereka,” terangnya di Pemalang, Minggu (24/7).

Ia menamahkan, sebab, sering terjadi kasus kenakalan remaja disebabkan karena pola asuh orang tua yang salah. Kesalahan ini terjadi karena anak ataupun remaja kurang mendapatkan perhatian dari orang tua yang terlalu sibuk bekerja.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, akhirnya remaja ini mencari perhatian lain di luar keluarga dengan menggunakan telepon pintar mereka di media sosial. Hasilnya terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekerasan seksual dan perundungan.

“Jadi kami tekankan kepada orang tua untuk lebih paham dan mengerti apa yang dirasakan anak-anak mereka. Memberikan perhatian lebih dan mengawasi konsumsi konten media sosial mereka, dengan begitu kasus kejahatan pada anak terutama kekerasan seksual dan perundungan dapat dicegah,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain memberikan edukasi dalam kegiatan tersebut, HIMPSI juga mengadakan konseling dan pendampingan psikologi untuk masyarakat. Bahkan saat membuka kelas sesi pendampingan, pihaknya sempat kualahan untuk menampung peserta. Karena banyak masyarakat yang ingin mengikutinya. (fan/all)