Pembelajaran Speaking dengan Metode Role Play Menggunakan Teks Deskriptif

Oleh: Ambar Puspitaningrum, S.Pd
Guru Bahasa Inggris SMP N 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

BELAJAR Bahasa Inggris bagi sebagian siswa masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat sulit. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, ada empat ketrampilan berbahasa yang harus dikembangkan. Keempat ketrampilan tersebut yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Empat ketrampilan berbahasa tersebut terintegrasi dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Ketrampilan berbahasa Inggris yang dimaksud adalah terampil dalam berkomunikasi, baik itu secara lisan maupun tertulis.

Penemuan baru di bidang informasi dan teknologi sangat mempengaruhi perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan teknologi informasi diperlukan untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Munculnya berbagai fitur yang beragam di situs internet menawarkan kemudahan untuk mengetahui berbagai hal. Maka dari itu, kegiatan pembelajaran berbicara atau speaking dengan metode role play akan penulis terapkan di dalam kelas, dalam materi teks deskriptif.

Teks deskriptif merupakan jenis teks yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang orang, hewan, tempat, atau suatu benda. Pada umumnya, yang sering di deskripsikan atau digambarkan adalah bentuk, ciri, maupun sifatnya.

Role Play atau metode bermain peran merupakan suatu cara yang digunakan untuk meniru cara tingkah laku seseorang. Menurut Mulyasa ( 2005) pelaksanaan pembelajaran dengan metode role play ada tujuh tahap. Tahap pertama pemilihan masalah, kedua pemilihan peran, ketiga penyusunan tahap-tahap bermain peran, keempat menyiapkan pengamat, kelima tahap pemeranan, keenam tahap diskusi dan evaluasi serta tahap akhir adalah pengambilan kesimpulan. Untuk keterampilan Bahasa Inggris dapat diukur dengan indicator pronunciation, vocabulary, fluency, dan isi yang dirancang oleh guru berdasarkan kondisi dan situasi kelas masing-masing.

Dari penjelasan di atas, penulis akan menerapkan kegiatan di dalam kelas mulai dari: 1) menyiapkan dan menyusun tentang apa yang akan ditampilkan di kelas 8; 2) membentuk siswa ke dalam kelompok; 3) menjelaskan pada siswa tentang kompetensi apa saja yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran dengan metode role play; 4) memanggil siswa yang telah ditunjuk untuk bermain peran sesuai dengan arahan dari guru; 5) masing-masing siswa berada dalam kelompoknya, setelah itu siswa melakukan pengamatan pada siswa yang sedang bermain peran; 6) meminta masing-masing kelompok untuk menyusun dan menyampaikan hasil kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dari kelompok lain; dan 7) terakhir, guru memberikan kesimpulan dari kegiatan role play atau bermain peran yang dilakukan siswa secara bersama sama.

Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa para peserta didik masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara lisan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan tuntutan kurikulum 2013 menyebutkan, pembelajaran berbasis teks tertentu yang salah satunya adalah teks deskriptif harus melakukan dialog maupun monolog secara lisan tentang kebun binatang. Namun karena kemampuan berbicara atau speaking dalam bahasa inggris masih sangat rendah, maka diperlukan sebuah metode role play atau bermain peran yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan atau ketrampilan berbicara siswa.

Proses pembelajaran speaking pada materi teks deskriptif dengan metode role play dilakukan dengan menggunakan metode Communicate Language Teaching. Diawali dengan memperkenalkan kalimat tanya sederhana yang mengarahkan siswa ke teks berbentuk deskriptif. Selanjutnya, guru menyampaikan kegiatan dan tujuan pembelajaran tentang Kebun Binatang yang pernah dikunjungi siswa, dan siswa disuruh untuk menyebutkan binatang apa saja yang pernah dijumpai oleh peserta didik di kebun binatang serta menggambarkan ciri-ciri dari hewan tersebut. Para siswa dibebaskan untuk bercakap cakap atau berdialog dengan teman sekelas di dalam kelas maupun di luar ruang kelas. Mereka ditugaskan untuk merekam percakapan mereka menggunakan Bahasa Inggris. Di akhir kegiatan, siswa harus mengirim rekaman suara kepada guru. Kemudian di lain hari, guru membuka rekaman dialog para siswa untuk diperdengarkan di dalam kelas. Di samping itu, kegiatan bermain peran bisa menambah pengalaman siswa untuk berbicara Bahasa Inggris di depan publik. Hal ini juga bertujuan agar para siswa lebih semangat untuk membuat kreativitas dan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi dalam berbicara bahasa inggris. (*)