Asyiknya Pembelajaran PPKn di SMP

Oleh: Asih Nurhayati, S.Pd
Guru PPKn SMPN 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

MATA pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) banyak mengalami perubahan nama, seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP), ketika sekolah di jenjang pendidikan SD, SMP & SMA. Kemudian ketika kuliah di perguruan tinggi (PT) atau universitas mengalami perbedaan nama, yaitu Civic Hukum, dan berubah lagi dengan nama Pendidikan Kewargaan Negara (PKN), lalu berkembang menjadi PPKn.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran PPKn sudah diakui dalam bidang pendidikan yang dikemas menjadi mata pelajaran (mapel) untuk semua tingkat pendidikan dari SD, SMP, SMA & universitas. Dalam pembelajaran PPKn, pembuatan materi disesuaikan tingkat pendidikan siswa, serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan perkembangan masyarakat itu sendiri.

Pembelajaran PPKn sejatinya merupakan pembelajaran yang menyenangkan, karena di dalamnya banyak unsur-unsur pembelajaran yang bersifat menyenangkan, yaitu belajar dan bermain. Sehingga dampak yang ditimbulkan akan membentuk karakter, sifat, dan perilaku seseorang untuk berbuat yang lebih baik dari sebelumnya. PPKn akan terkesan menyenangkan jika guru pandai menguasai kelas, menerapkan ilmu mengajar, menyiapkan materi yang akan disampaikan, dan pandai berkomunikasi dengan siswanya. Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran adalah kompetensi guru. Guru akan berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan pembelajaran yang disampaikan berhasil dengan maksimal dan diterima siswa dengan nyaman dan aman.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Adapun penerimaan pembelajaran PPKn di mata masyarakat sudah mulai dirasakan karena pembelajaran di dalamnya banyak unsur-unsur yang berhubungan dengan masyarakat, seperti kerja bakti, gotong royong, kebersamaan, tingkah laku, akhlak, dan budi pekerti. Semua itu akan membentuk karakter seseorang. Masyarakat sudah membaur dengan mata pelajaran di sekolah, dengan bukti para orang tua sudah menunjukkan adanya pengawasan anak-anaknya baik di rumah, di sekolah, maupun dimasyarakat.

Penerimaan pembelajaran PPKn di sekolah merupakan rangkaian jumlah mapel dengan urutan kedua setelah mapel PAI/PBPAI (Pendidikan Budi Pekerti Agama Islam). Pembelajaran PPKn diakui di sekolah dan perannya sangat penting karena berkesinambungan dengan proses akhlak dan budi pekerti terhadap peserta didik. Pembelajaran PPKn di sekolah harus diimbangi dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, sehingga peserta didik bisa menerima materi dengan jelas dan dapat memahaminya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dalam proses belajar mengajar, mata pembelajaran PPKn sudah dirangkum ke dalam isi materi yang disajikan tiap per semester yang terdiri dari 1 semester 3 BAB dan semester 2 ada 3 BAB. Masing-masing BAB saling berkesinambungan dan berkaitan dalam praktiknya menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang disesuaikan dengan isi materi tersebut. Sebagai contoh pembelajaran PPKn kelas 7 BAB 2 tentang Norma & Keadilan. Materi tersebut dapat diperankan oleh peserta didik untuk dilaksanakan melalui metode pembelajaran role playing. Peserta didik membentuk kelompok untuk memainkan peran dari salah satu materi tersebut. Contoh Norma Hukum, peserta didik bisa memerankan bagaimana pelanggaran dan ketaatan berlalu lintas di jalan raya. Pembelajaran ini bertujuan untuk memupuk disiplin dan bertanggungjawab dalam segala hal yang telah diperbuat dengan kesadaran yang tinggi tanpa adanya paksaan dari siapa pun dan dari mana pun.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Di dalam dunia pendidikan, peserta didik diharapkan untuk menemukan jati dirinya melalui aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Sehingga pemahaman akan tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Hasil yang diharapkan adalah dengan melalui pembelajaran PPKn ditingkat jenjang SMP, maka peserta didik dapat mengamalkan pengalamannya di lingkungan masyarakat nantinya. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan di dalam lingkungan bermasyarakat. Selanjutnya hasil yang diperoleh dalam pembelajaran PPKn adalah melatih mental peserta didik untuk berani, mandiri, dan bertanggungjawab atas sesuatu hal yang dilakukan. (*)