Peningkatan Ketrampilan Menulis Puisi Rakyat (Pantun) Menggunakan Model Pembelajaran Sugestopedia

Oleh: Erna Purwanti, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

KETERAMPILAN berbahasa mencakup empat segi, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan menulis. Setiap keterampilan tersebut berhubungan erat dengan ketiga keterampilan lainnya. Walaupun saling berkaitan dengan kegiatan berbahasa yang lainnya, kegiatan menulis dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya. Pertama, menulis bersifat tidak langsung. Sebab menulis tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan pembaca saat menyampaikan informasi yang diperolehnya. Kedua, menulis bersifat ekspresif. Maksudnya adalah dengan menulis, penulis dapat mengekspresikan sesuatu yang ingin dikuatkannya, seperti gagasan, perasaan, maksud, pendapat dan keinginannya. Ketiga, menulis bersifat produktif. Maksudnya, dengan menulis penulis dapat menghasilkan suatu karya tulis sebagai salah satu kegiatan berbahasa. Keempat, menulis bersifat aktif, artinya dengan menulis penulis dapat menyampaikan dan memberikan informasi dalam sebuah komunikasi, yakni antara penulis dan pembaca.

Selamat Idulfitri 2024

Menulis merupakan suatu proses kreatif yang banyak melibatkan cara berpikir. Fungsi menulis menurut Tarigan (2008:22) mengemukakan “Pada prinsipnya fungsi utama dari suatu tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung”. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir dan membantu berpikir secara aktif dan kritis. Juga dapat memudahkan merasakan dan menikmati hubungan- hubungan, memperdalam daya tangkap atau persepsi kita, memecahkan permasalahan yang kita hadapi, menyusun urutan bagi pengalaman.

Puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah tertentu bentuknya biasanya terjadi dari beberapa deret kalimat ada yang berdasarkan mantra, ada yang berdasarkan panjang pendek suatu kata, lemah tekanan suara atau hanya berdasarkan irama. Pantun adalah bentuk puisi rakyat atau puisi lama yang terdiri dari empat larik, berirama silang (a-b-a-b), irama yang indah dan memiliki makna yang penting. Keterampilan menulis puisi merupakan kemampuan berbahasa secara aktif, ekspresif yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, pesan, sikap dan pendapat serta tidak langsung ke dalam sebuah bentuk karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias atau imajinatif kepada pembaca dalam bentuk tertulis. Jenis-jenis puisi rakyat dapat berupa Pantun, Gurindam, syair, karmina, dan Talibun

Metode pembelajaran merupakan salah satu penunjang keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Adapun metode yang akan digunakan dalam kegiatan menulis puisi adalah metode Sugestopedia. Metode Sugestopedia pada dasarnya berawal dari metode sugestology. Landasan yang paling dasar dari metode Sugestopedia adalah manusia bisa diarahkan untuk melakukan sesuatu sugesti. Faktor sugesti yang utama adalah pendekatan yang digunakan guru, kewibawaan, prestise dan wewenang guru yang menerapkan pendekatan itu, kepercayaan dari pihak siswa terhadap gurunya, kedua perasaan komunikasi dan seni/musik.

Dikatakan pula oleh G. Lezanov yang terkutip dalam Jurnal Internasional Seminar on Quality and Affordable Education (ISQAE, 2013) karya Eti Fahrianty bahwasanya pengajaran menggunakan metode Sugestopedia memiliki empat dasar untuk mencapai kesuksesan dalam pembelajaran. Keempat prinsip tersebut adalah adanya kelas yang kondusif, adanya musik, adanya relaksasi, dan adanya penghilang sugesti negatif.

Lezanov dalam Nababan menegaskan bahwa kelas Sugestopedia tidak akan berhasil jika tidak memenuhi tiga kriteria berikut : (1) Penekanan yang kuat pada penikmatan dan anggapan mudahnya belajar, (2) Perpaduan yang mutlak antara faktor-faktor sadar dan di bawah sadar, (3) Interaksi yang mesra dan hangat antar pelajar yang memberi kesan mendalam di hati mereka. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Sugestopedia adalah metode pembelajaran bahasa dengan cara memberikan sugesti melalui lagu untuk merangsang imajinasi dan kreativitas siswa. Pembelajaran bahasa di sini adalah bagaimana siswa menulis puisi rakyat yaitu pantun berdasarkan imajinasi dan kreativitasnya. Lagu berfungsi sebagai pencipta suasana sugestif, stimulus, sekaligus jembatan bagi siswa untuk membayangkan atau menciptakan gambaran dan kejadian atau peristiwa berdasarkan tema lagu. Adapun aliran musik yang sangat mudah untuk membawa kita pada imajinasi dan kreativitas biasanya adalah berjenis klasik. Respons yang diharapkan muncul dari para siswa berupa kemampuan melihat gambaran-gambaran kejadian tersebut dengan imajinasi dan logika yang dimiliki lalu mengungkapkan kembali dengan simbol-simbol verbal. (*)