Selain bangga dengan keberhasilan Subiyatno sebagai transmigran asal Jateng di Lamandau, Kalimantan Tengah, Sekda juga terkesan dengan keberhasilan beberapa warga Jateng di berbagai daerah transmigran. Salah satunya, saat melaksanakan orientasi lapangan Diklatpim II di Lamandau, sekda bertemu dengan Camat Lamandau yang orang tuanya merupakan transmigran asal Grobogan.
“Inilah contoh-contoh keberhasilan teman-teman dan saudara-saudara kita di tempat transmigrasi. Pembekalan-pembekalan yang diberikan Kemendes PDTT, Pemprov Jateng, persiapan sarana prasarana dan sebagainya, adalah upaya kita bersama untuk mendorong para transmigran sukses di tempat baru,” jelasnya.
Ditambahkan, selain dukungan dan kesiapan dari pemerintah, tidak kalah penting adalah semangat dan niat dari calon transmigran. Terlebih, niat merupakan yang kali pertama menggerakkan semua, karena di setiap tempat ada tantangan dan hambatan, baik di Jawa maupun daerah lainnya. Selain itu, menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran agar tidak terulang, dan tidak putus asa dengan selalu semangat.
“Bantuan dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota sifatnya hanya mensupport niat panjenengan. Pesan kami, nanti panjenengan semua sebagai pejuang di tempat baru dari Jawa Tengah, maka bagaimana kita menjunjung budaya Jawa, gotong royong, dan bertetangga yang baik,” pintanya.










