SEMARANG, Joglo Jateng – Dukungan terhadap pengembangan olahraga woodball di Kota Semarang terus diperkuat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Indonesia WoodBall Association (IWbA) Kota Semarang yang digelar di Pendopo Sumurboto, Selasa (16/6/2026).
Muslub tersebut menetapkan Gumilang Febriyansyah sebagai Ketua Umum IWbA Kota Semarang periode 2026–2028.
Forum ini digelar menyusul wafatnya Ketua IWbA Kota Semarang sebelumnya, Agus Mulyadi. Agenda ini sekaligus ditujukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan dan program pembinaan atlet dapat berlanjut.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua IWbA Jawa Tengah Ardahana Arifianto dan Sekretaris IWbA Jawa Tengah Siswo Abadi. Turut hadir pula perwakilan KONI Kota Semarang, Imanuel Anton.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlangsungan pembinaan olahraga woodball di Kota Semarang.
Ketua IWbA Jawa Tengah, Ardahana Arifianto, mengapresiasi langkah cepat pengurus Kota Semarang dalam menata kembali organisasi.
Menurutnya, kesiapan organisasi menjadi sangat penting karena Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Tengah pada Oktober mendatang.
“Saya mengapresiasi pengurus Kota Semarang yang telah bergerak cepat. Karena pada bulan Oktober nanti kita akan menjadi tuan rumah Porprov. Semoga Kota Semarang dapat menambah raihan medali,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KONI Kota Semarang, Imanuel Anton, menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan woodball di Kota Semarang.
Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses organisasi tetap berjalan sesuai aturan, agar pembinaan atlet dan dukungan pendanaan dapat dilaksanakan secara optimal.
Ketua Umum IWbA Kota Semarang terpilih, Gumilang Febriyansyah, mengatakan kepengurusan baru akan dibangun dengan semangat kolaborasi.
Ia menilai kemajuan olahraga woodball tidak dapat dicapai hanya oleh pengurus, tetapi membutuhkan dukungan penuh seluruh elemen olahraga di Kota Semarang.
“Kepengurusan ini bukan tentang satu orang, melainkan tentang bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem woodball yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
“Pembinaan atlet, penguatan organisasi, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta perluasan sosialisasi olahraga woodball di Kota Semarang akan menjadi perhatian utama,” pungkas Gumilang. (hfh/ree/rds)










