Jepara  

Naikkan Pengunjung, Pemkab Jepara Kolaborasikan Mangunsarkoro Street dengan Car Free Day

JEPARA, Joglo Jateng– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah merencanakan untuk menyatukan konsep Mangunsarkoro Street (MSS) dan Car Free Day (CFD) di Kota Kota Ukir.

Selain untuk kegiatan olahraga, penataan ulang tersebut juga akan membuat masyarakat dapat menikmati sajian aneka kuliner dan produk UMKM lainnya setiap Minggu pagi.

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta melalui Sekda Edy Sujatmiko mengatakan, kolaborasi antara MMS dengan CFD ini untuk menyerap pengunjung yang lebih besar. Tentu saja, dengan memberikan berbagai alternatif atau pilihan kepada pengunjung.

“Kami sama sekali tidak bermaksud untuk mematikan atau menurunkan omset pelaku UMKM di MSS. Akan tetapi menyatukan konsep atau mengkolaborasikan kegiatan Minggu pagi agar lebih meriah dan berwarna,” kata Edy, Selasa (13/9).

Ia juga mengatakan, keberadaan Mangunsarkoro Street dan CFD bukan untuk saling berkompetisi, tapi untuk bersinergi dan berkolaborasi. Selain itu, penurunan kunjungan masyarakat ke Mangunsarkoro juga menjadi salah satu alasan penyatuan ini.

“Namanya kegiatan tentu saja ada grafik naik turun. Itu biasa. Kondisi ini justru mendorong kita untuk berkreasi dan mencari solusi, bagaimana agar kegiatan serta aktivitas tetap stabil atau justru meningkat,” papar Edy.

Edy mengungkapkan, dengan disatukannya MMS dengan CFD diharapkan bisa menambah gairah dan daya tarik masyarakat untuk datang berolahraga, rekreasi sambil berbelanja.

“Untuk Car Free Day sendiri sebenarnya sudah ada sebelum adanya Mangunsarkoro Street. Namun karena pandemi Covid-19, CFD terpaksa harus dihentikan dengan alasan protokoler kesehatan. Saat ini sudah bisa dimulai lagi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, konsep kolaborasi ini nantinya akan menggeser sedikit Mangunsarkoro ke arah barat SD N Panggang 1 atau depan DKPP Jepara. Sedangkan CFD digeser ke selatan Tugu PKK sehingga bisa menyatu dengan Mangunsarkoro Street.

“Sehingga penggunjung yang habis olahraga di CFD, bisa nyambung ke Mangunsarkoro Street. Begitu juga sebaliknya. Sehingga banyak alternatif atau pilihan,” kata dia.

Selain konsep penataan, Edy juga menuturkan bahwa rencana tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal termasuk kajian arus lalu lintas.

“Di Jalan Mangunsarkoro ada kantor BPBD yang setiap saat apabila ada kejadian darurat harus segera turun ke lapangan. Ini juga menjadi pertimbangan kami,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Jepara juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM di luar Kelurahan Panggang untuk ikut mencari rejeki di Minggu pagi.

“Sekali lagi Car Free Day, tidak ada niatan untuk menyaingi Mangunsarkoro atau bahkan mengeliminir. Tetapi untuk bersatu dan bersama sama, menyajikan atau menawarkan kepada masyarakat pilihan pilihan yang lebih bervariatif,” pungkasnya.

(cr2/mg2)