BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang tengah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Kantor Pos Batang kepada 39.043 warga. Momentum itu dimanfaatkan oleh Kecamatan Batang untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19, kepada warga yang belum mendapat booster.
Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, selain memfasilitasi PT. Pos Indonesia untuk menyalurkan BLT BBM, di sisi lain, program vaksinasi juga diupayakan tetap berjalan bersamaan program tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Muspika dan Puskesmas setempat, supaya memfasilitasi kegiatan vaksin,” terangnya saat memantau proses pembagian BLT BBM, di Pendopo Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.
Ia memastikan, vaksinasi bukan merupakan syarat utama untuk menerima BLT BBM. Tapi pihaknya menganjurkan sebelum menerima BLT, warga diarahkan untuk vaksin. Terutama bagi yang belum booster. Vaksin diberikan kepada lansia dan masyarakat umum, untuk dosis dua dan booster.
Selain di Pendopo Kecamatan Batang, kegiatan serupa juga digelar di Kantor Dinas Sosial. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kerumunan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Batang, Nuari Puji Aswati menyampaikan, pembagian BLT BBM sebelumnya telah dilakukan sejak pekan lalu, di kantor Pos Batang. “Pembagian selanjutnya dilakukan di masing-masing kecamatan. Khusus di Kecamatan Batang ada 2.726 penerima,” jelas Nuari Puji Aswati.
Ia menerangkan, bantuan yang dibagikan berupa BLT BBM senilai Rp300.000, untuk bulan September-Oktober. Termasuk bantuan sosial sembako senilai Rp200.000. BLT BBM bulan November-Desember segera akan diberikan, namun belum dipastikan kapan waktunya.
“Tapi belum ada kepastian, apakah akan ditambah dengan Bantuan Sosial Sembako atau tidak,” ujarnya.
Salah satu penerima BLT BBM, Budiyati, seorang ibu rumah tangga dari Kalisalak menuturkan, pemberian bantuan sangat bermanfaat bagi masyarakat kalangan bawah. Karena dapat membantu perekonomian di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah dapat BLT BBM Rp300.000 sama Bantuan Sosial Sembako Rp200.000. Ini bisa buat beli beras, minyak goreng, sama telur dan ayam. Tapi ya tetap tidak cukup, karena semua harga naik,” ungkapnya.
Ia tetap mengharapkan, harga BBM kembali diturunkan. Supaya harga kebutuhan pokok kembali normal. (hms/all)










