SEMARANG, Joglo Jateng – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 79 Posko 18 UIN Walisongo ikut berpartisipasi dam terapi kesehatan rutin di Kantor Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jumat (30/9).
Terapi yang digunakan memiliki keunikan nama, yaitu Ling Tien Kung. Nama ini berasal dari bahasa Mandarin yang bermakna “ilmu titik nol”.
Gerakan jinjit-jinjit dan empet-empet anus menjadi jurus andalan Ling Tien Kung. Dimana jika dilihat sekilas, terlihat seperti gerakan senam yang simpel. Tetapi nyatanya gerakan tersebut sangat berefek dan bermanfaat pada tubuh.
“Jadi empet-empet anus ini tujuannya untuk memperlancar peredaran darah, membangkitkan energi atau membangkitkan cas bidang kontak dalam tubuh kita,” jelas Darsono (49), selaku Instruktur Ling Tien Kung Kota Semarang.
Ia menjelaskan, Ling Tien Kung ini bukan senam, yoga atau olahraga pernafasan. Jadi Ling Tien Kung itu terapi tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia ada sebuah sumber energi.
Yang mana energi tersebut tak pernah padam dan tidak pernah mati yang letaknya di antara pusar dan anus. Terapi ini digunakan untuk membangkitkan energi tersebut.
Terapi kesehatan rutinan ini dilaksanakan pada hari Selasa sore dan Jum’at pagi. Biasanya diikuti oleh masyarakat setempat yang mayoritas beranggotakan bapak dan ibu lansia.
Visi dari komunitas tersebut yakni Making People Heathy (mengajak masyarakat sehat, mulai dari masyarakat sekitar hingga masyarakat seluruh dunia dengan terapi Ling Tien Kung).
Bahkan, terdapat pula motto yang selalu dipegang teguh yakni, “Sehat tanpa alat, tanpa obat, tanpa ragat”.
Salah satu pasien, Harsani mengungkapkan khasiat yang ia rasakan setelah mengikuti terapi.
Ia menceritakan, dirinya pernah mengidap penyakit jantung selama satu tahun disertai infeksi liver dan penyumbatan. Bahkan selama satu hingga dua tahun, ia harus keluar masuk rumah sakit.
Kemudian, setelah mengenal Ling Tien Kung tahun 2020, Harsani mulai merasakan perubahan terhadap kesehatannya.
“Alhamdulillah setelah tiga bulan, saya merasakan banyak perubahan, dan selama di Ling Tien Kung ini Alhamdulillah saya tidak pernah mengonsumsi obat lagi,” ujar Harsani. (*/mg2)










