Kemenag Ungkap Peran Guru PAI dalam Mengajarkan Moderasi Beragama Sejak Dini

UNGKAP: Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo ketika memberikan telaahnya terkait pentingnya guru PAI dalam mengajarkan moderasi beragama untuk peserta didik. (HUMAS/JOGLO JATENG)

CILACAP, Joglo Jateng – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo mengatakan bahwa keragaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia sudah sepatutnya untuk disyukuri.

Menurutnya, kemajemukan bangsa ini sudah menjadi kehendak Allah SWT. Baik itu terkait nilai, budaya, agama maupun falsafah yang menjadi pedoman masyarakatnya.

“Jadi memang Allah itu menghendaki manusia beragam dan tidak sama semua,” ungkapnya, Kamis (13/10).

Wibowo melanjutkan, setiap pemeluk agama berhak memeluk agama yang diyakini. Termasuk untuk berpandangan bahwa agama yang dianut adalah benar dan baik.

Baca juga:  Ingatkan Siswa untuk Selalu Jaga Semangat Belajar

“Tentu semua agama benar bagi pemeluknya. Maka kita perlu menghadapinya dengan toleransi dan saling menghargai kepercayaan orang lain,” terangnya,

Lebih lanjut, Wibowo meminta kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengajarkan cara pandang moderat kepada peserta didik.

“Ini penting saya sampaikan bahwa guru PAI Memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama pada peserta didiknya,” tuturnya.

Selaras, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni juga mengatakan, guru PAI Memiliki peran yang penting dalam mengajarkan moderasi beragama pada peserta didik.

Baca juga:  SD Muhammadiyah BW Kudus Jalin Kerja sama dengan IISM

“Guru PAI diharapkan menjadi motor dalam mengajarkan nilai moderasi beragama sejak dini kepada peserta didik,” katanya. (hms/mg2)