BATANG, Joglo Jateng – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Hati mengaplikasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang tercantum dalam Kurikulum Merdeka. Salah satu inovasinya ialah dengan mengundang para wali murid untuk diminta kesediaannya mengajar demi mendukung cita-cita putra-putri mereka.
Beberapa profesi dari wali murid yang berkontribusi sebagai pengajar antara lain: TNI, Polri, pengusaha, pegawai pajak, dokter dan lainnya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SDIT Permata Hati Pasekaran Dewi Diniyati mengatakan, sebanyak 536 anak didik yang terbagi dalam 22 kelas mengikuti kegiatan Orang Tua Mengajar dengan penuh antusias.
“Tiap kelasnya kami mengundang wali murid untuk berkontribusi membagikan pengalamannya sesuai dengan profesinya,” katanya, Kamis (20/10/2022).
Ia juga mengatakan, tujuan utamanya adalah untuk memotivasi anak dalam menggapai cita-citanya.
“Kegiatan ini menarik perhatian anak didik, karena berbeda dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) biasanya. Kali ini yang mengajar orang tua langsung, dengan profesi yang beragam, ditambah membawa alat peraga, menambah ketertarikan anak,” jelasnya.
Pihak orang tua juga tidak canggung ketika diminta untuk berkontribusi mengajar. Program ini baru pertama kali digelar dan rencananya akan kembali digelar tiap pergantian semester.
Salah satu wali murid yang berpartisipasi dalam program tersebut, yakni Bhabinkamtibmas Polsek Batang Kota Bripka Bangun Adi Leksono.
Ia adalah wali murid dari Briona Noya Felisha siswi kelas IVD. Bripka Bangun Adi Leksono mengenalkan tugas-tugas dari aparat kepolisian kepada para siswa.
“Program Orang Tua Mengajar juga bisa bersinergi dengan salah satu program Polres Batang, Police Goes to School,” tuturnya.
Beberapa materi lain pun disampaikan yakni penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif, memberikan edukasi tentang bahaya obat-obatan terlarang atau narkoba, penggunaan media sosial, rambu-rambu lalu lintas, penanggulangan kenakalan remaja dan lainya pada siswa kelas 4 SDIT Permata Hati.
Ditemui secara terpisah, Kapolsek Batang Kota Polres Batang AKP Akhmad Almunasifi mengatakan, untuk menyukseskan program Police Goes to School, masing-masing personel Bhabinkamtibmas melakukan koordinasi dengan pihak sekolah yang ada di desa/kelurahan binaannya.
“Kegiatan Police Goes to School kami laksanakan secara rutin ke sekolah-sekolah. Sejak dini, kami kenalkan dengan sosok polisi agar mereka mengetahui tugas polisi serta meningkatkan hubungan Polri dengan para pelajar,” terangnya.
Ia berharap, kelak anak-anak ini menjadi generasi muda yang menjadi mitra polisi guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dengan seringnya bertatap muka, para pelajar tidak mempunyai rasa takut terhadap polisi. Selain itu juga memberikan rasa aman dan nyaman saat pelajar berada di sekolah.
“Semoga ini bisa menjadi pedoman anak-anak untuk melakukan hal yang positif dikemudian hari,” ujar dia. (hms/mg2)










