PEMALANG, Joglo Jateng – Adanya kasus gagal ginjal akut pada anak yang tengah merebak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang memerintahkan seluruh tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak memberikan obat sirop untuk anak. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya kasus gagal ginjal akut pada anak yang sampai saat ini, belum terjadi di Kabupaten Pemalang.
Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya mengatakan, pihaknya telah memberikan surat edaran kepada Rumah Sakit (RS), Puskesmas, klinik dan apotik, agar sementara tidak memberikan obat sirop kepada pasien anak-anak. Di mana ada lima produk obat sirop yang saat ini dilarang diberikan. Yaitu Termorex Sirop (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik 60 ml. Berikutnya Flurin DMP Sirop (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik 60 ml.
“Ketiga ada Unibebi Cough Sirop (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1. Keempat obat Sirop Unibebi Demam (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1 dan terakhir Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1. Semuanya memiliki ukuran kemasan yang serupa dan harap untuk dihindari,” tegasnya di Pemalang, Rabu (26/10).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Pemalang dr. Abdul Haris mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat dan koordinasi kepada seluruh nakes di Rumah sakit (RS), Puskesmas, dan klinik di Aula Dinkes. Dengan tujuan memberikan penegasan agar tidak memberikan obat terutama sirop yang mengandung etilen glycol dan dietilen glycol.
“Iya benar kami tekankan kepada nakes agar menyetop sementara peredaran obat terutama sirop yang mengandung dua bahan kimia tersebut. Terutama kepada anak usia 1-5 tahun kami sarankan agar menggunakan obat berbentuk pil, kaplet ataupun tablet untuk penanganan,” tuturnya.
Dalam rakor tersebut, ia juga memerintahkan kepada para nakes untuk segera melaporkan ke dinas ketika ditemukan suspek kasus gagal ginjal akut. Sehingga, mereka akan terdata dan dilakukan penanganan langsung agar tidak semakin parah.
Di mana ciri khusus pada pasien gagal ginjal akut, yaitu mereka tidak dapat buang air kecil atau mampet karena terjadi kerusakan pada ginjal. Sehingga dapat berpengaruh pada pada kesehatan tubuh mulai dari pusing, mual sampai demam. (fan/all)










