Atlet Asal Bantul Alami Kekerasan Seksual Jelang Porda DIY 2022

ADUKAN: Korban didampingi pihak keluarga saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bantul, Kamis (27/10). (ERNA SARI SUSANTI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Salah satu atlet perempuan di Kabupaten Bantul, mengalami kekerasan seksual saat mengikuti latihan jelang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang berlangsung pada, 1-9 September 2022. Tindakan kriminal itu terjadi saat korban diajak latihan tambahan oleh pelaku yang juga sebagai pelatih korban.

Dari informasi yang didapatkan, saat koban speak up soal kejadian itu kepada teman latihan, senior di timnya, dan pengurus cabang, cabang olahraga (cabor) yang diikutinya, mereka memerintahkan untuk tutup mulut saja. Dengan alasan untuk fokus menghadapi kejuaraan PORDA tersebut.

Salah satu rekan korban, atlet senior yang berinisial AS, menjelaskan kronologinya. Mulanya korban diajak pelatihnya untuk melakukan latihan tambahan melalui salah satu aplikasi chatting. Ternyata atlet lainnya tidak diberi tau ada latihan tambahan.

Baca juga:  Sultan: Judi Online adalah Penyakit Sosial

“Korban dijapri untuk latihan mandiri, karena korban masih muda, masih semangat-semangatnya, jadi disuruh latihan tambahan, dia mau. Teman-teman atlet lainnya tidak tahu, padahal extra jam itu sah-sah saja. Sangat disayangkan, ternyata malah terjadi kejadian itu,” terangnya di Bantul, Kamis (27/10).

Lebih lanjut, AS mengatakan, karena korban trauma, serta belum berani bercerita kepada orang tua, dan hanya cerita ke teman-teman terdekat, senior, dan adanya perintah untuk tutup mulut dari pihak pengurus cabor, maka korban pergi ke Bandung untuk latihan mandiri. Saat itu, AS dan teman-teman berusaha menyelamatkan mentalnya untuk bersabar dan mendukung untuk latihan PORDA DIY 2022.

Baca juga:  Survei Indeks Harmoni Gambarkan Kerukunan

“Sekitar tanggal 20 Agustus, saya dan teman-teman menjemput korban yang pulang dari Bandung, di stasiun. Ternyata tanpa sepengetahuan saya, bapaknya juga menjemputnya. Karena ketemu, kemudian saya koordinasi dengan Solidaritas Perempuan Godean dan mengobrol ke bapaknya untuk disikapi dengan sabar. Lalu kita bawa ke konseling, dan dirujuk ke Reksa Diah Utami (RDU), Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Bupati Bantul, Yudha Prathesissianta Wibowo mengatakan, bahwa dari kepala pengurus cabang cabor, diminta tutup mulut dan dijanjikan setelah PORDA akan ditemukan dengan pelatih atau pelaku. Namun setelah selesai PORDA, tidak ada tindak lanjut dari pengurus cabor.

Baca juga:  Status Gunung Merapi Siaga Darurat, Warga Diminta Waspada

“Pendampingan sudah dilakukan sebulan yang lalu, untuk konseling. Sebelumnya ketemu pengcab untuk menyampaikan pada pelaku, namun dari organisasi tidak ada lanjutan. sudah melakukan upaya ke TPA dan Reksa Diah Utami,” papar Asisten Bupati.

Kanit PPA Polres Bantul, Mustafa Kamal mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembuatan laporan. Kemudian pihaknya juga akan mendalami terkait pemeriksaan korban dan saksi-saksi.

“Peristiwa itu kita terapkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) Tahun 2022, kita lakukan proses penyelidikan dulu, kita dalami. Faktanya ini perbuatan pencabulan, undang-undangnya termasuk kekerasan seksual fisik belum ke hubungan seksual,” tegasnya. (ers/all)