Brebes  

Ganjar Apresiasi Program Dapur Sehat

TINJAU: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melihat langsung penanganan tengkes (stunting) di Kabupaten Brebes, Rabu (2/11). (ANTARA/JOGLO JATENG)

BREBES, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi upaya pengurangan jumlah tengkes (stunting) yang dilakukan warga Desa Larangan, Kabupaten Brebes. Salah satunya adalah upaya penanganan stunting melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting.

“Saya senang melihat kekompakan warga mengatasi stunting. Di Brebes ini karena potensi stuntingnya tinggi, maka kerja mesti lebih keras lagi, lebih sistematis lagi. Tapi melihat ini, saya percaya penanganan stunting berjalan baik,” katanya, Rabu (2/11).

Selain Program Dapur Sehat Atasi Stunting, warga Desa Larangan juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang didukung anggaran dari dana desa. Selain itu, ada juga Program Bapak Asuh Anak Stunting dengan anggaran swadaya dari masyarakat.

Ia menyebut, sosialisasi pencegahan tengkes terus dilakukan, baik pada ibu hamil, menyusui, bahkan pasangan yang akan menikah. Saat mengecek kegiatan posyandu di Desa Larangan, Ganjar menemukan ada pasangan yang akan menikah dan dilakukan asesmen.

“Tadi dikasih contoh dua anak muda yang mau menikah. Saya senang, mereka dicek darah, tensi, dan lainnya. Perempuannya biasanya ada anemia dan dikasih vitamin. Artinya, sebenarnya pemerintah mulai dari desa, kecamatan juga, terus kemudian di puskesmas mereka semua bisa memberikan informasi yang benar,” ujarnya.

Bagi warga yang bermasalah dengan tengkes, lanjut Ganjar, sudah ada program yang dilakukan dan ditangani dengan baik sejak dalam kandungan maupun sesudah melahirkan.

“Tadi ada Program Dapur Sehat Atasi Stunting, ini contoh yang menurut saya kreatif. Jadi dengan lokalitas yang ada dapur sehatnya itu membikin orang tua, keluarga, ibu hamil, bapaknya juga mengerti bahwa ketika memasak itu sudah menyiapkan resep-resep dengan asupan gizi yang baik untuk masuk ke ibunya yang hamil, atau ke keluarganya sendiri, atau barangkali dalam rangka program untuk mencegah stunting,” paparnya.

Orang nomor satu di Jateng itu berharap, program-program yang dijalankan tidak hanya sekadar seremoni, namun menjadi program itu tetap dijalankan dengan serius. “Ini tidak boleh menjadi seremoni ketika pejabat mau datang. Ini harus jadi gerakan terus menerus untuk membangun kesadaran pentingnya mengatasi stunting,” pungkasnya. (ara/abd)