Gelar Kejuaraan Tapak Suci, Lestarikan Budaya Pencak Silat

KEMERIAHAN: Kepala Dispora Agung Armawanta bersama ketua panitia Bupati Sleman Cup dan beberapa tamu undangan saat pembukaan Kejuaran Bupati Sleman Cup IV di GOR Tridadi, Sleman, Jumat (30/12). (RIZKY ADRI KURNIADHANI / JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Tapak Suci Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Bupati Sleman Cup IV 2022. Kegiatan itu digelar di GOR Tridadi, Sleman, sejak Jumat (30/12) sampai Minggu (1/1). Kejuaraan digelar dengan tujuan untuk menjaring generasi muda berprestasi, serta agar para pemuda turut melestarikan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Agung Armawanta mengatakan, kejuaraan ini merupakan pertandingan sebuah cabang olahraga (Cabor) yang sarat akan makna. Karena pencak silat memerlukan fisik, mental, ketangkasan dan doa. Harapannya kedepan saat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor pencak silat, sebagian besar yang mewakili adalah atlet yang berasal dari Perguruan Tapak Suci.

“Harapan kami untuk para peserta Kejuaraan Tapak Suci Bupati Cup IV ini, dapat berprestasi di kejuaraan multi event juga. Dengan tetap berlatih dan bisa jadi Pendekar Utama Tapak Suci,” terangnya di Gor Tridadi Sleman, Jumat (30/12).

Lebih lanjut, ia menuturkan, generasi muda Tapak Suci kelak bisa lebih mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak baik. Sehingga dengan kemampuan yang mereka miliki, dapat membawa Bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera nantinya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Tapak Suci Bupati Cup IV, Walyono mengatakan, dalam kegiatan ini antusiasme peserta cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah peserta yang mengikuti perhelatan ini. Setidaknya ada sekitar 800 peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut dari berbagai tingkatan.

“Untuk target dalam Bupati Cup IV sendiri, kita targetkan 1.000 peserta. Namun jumlah yang terdaftar 800 peserta dari tingkat TK sampai mahasiswa. Ini sudah baik, karena hampir mencapai target kami,” tuturnya saat diwawancarai Joglo Jogja.

Ia menambahkan, dalam kejuaraan ini total ada 93 kontingen yang ikut serta. Dengan 16 SD, 19 SMP, 5 SMA, 10 SMK dan berarapa padepokan yang ikut menyukseskan acara ini, dengan jumlah peserta terbanyak yaitu dari Padepokan Harimau dengan 130 peserta. Baik berasal dari sekolah-sekolah maupun padepokan.

“Generasi kita menyukai budayanya sendiri dan pencak silat sebagai Budaya Indonesia asli, dan Tapak Suci sebagai gerakan dakwah dari Muhammadiyah,” pungkasnya.

Dikatakan pula, dalam kejuaraan itu pihaknya sudah memprediksi kandidat yang akan meraih juara umum. Yaitu ada tiga kontingen yang berpeluang besar meraih banyak medali dan menjadi juara umum.

“Untuk para juara akan ada uang pembinaan. Karena untuk pemula, kita lebih optimalkan dan proyeksikan untuk terus berkembang, supaya bisa menjadi atlet berprestasi yang dapat mewakili daerah atau Indonesia,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu peserta Kejuaraan Tapak Suci Bupati Cup IV dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS), Fadlan Nur Okta menjelaskan, dalam persiapan kejuaraan itu pihaknya berlatih di sekolahan, saat libur sekolah pihaknya latihan sendiri di rumah. Hal ini di karenakan bertepatan dengan libur sekolah.

“Dengan adanya Bupati Cup ini saya yakin bisa mendapat juara dan mendapatkan medali emas. Saya kesini bersama dengan 30 peserta lainya, yang terdiri dari SMP dan SMA,” imbuhnya. (cr4/all)