Dispar Sleman Optimistis Naikkan Target Wisatawan pada 2023

RAMAI: Wisatawan menikmati suasana pagi di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Berhasil melampaui target pengunjung wisata tahun 2022, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman akan menaikkan target untuk kunjungan wisatawan pada tahun 2023. Dispar Sleman mencatat, jumlah kunjungan wisatawan di Sleman sepanjang 2022 mencapai 7,4 Juta wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, jumlah kunjungan ini melampaui batas yang ditargetkan. Sebelumnya, Dispar hanya menargetkan sejumlah 6 Juta wisatawan yang datang. Namun kenyataannya, wisatawan yang plesir ke Sleman mencapai 7,4 juta. “Bila dibandingkan dengan 2021 ada kenaikan sekitar 300 persen lebih,” katanya, Senin (2/1/23).

Pada 2023 ini, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan melebih tahun 2022. Dia optimistis target itu bakal tercapai dengan baik. Mengingat kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai membaik dan status PPKM sudah dicabut. “Untuk target 2023, kita tetapkan setidaknya ada sekitar 7,5 juta wisatawan,” imbuhnya.

Selain itu, capaian target yang ditetapkan untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga terpenuhi. Kunjungan wisatawan tercapai 320 ribu pengunjung. Dari angka tersebut belum termasuk dengan destinasi wisata kecil. Terlebih pada liburan Nataru kali ini tidak ada kejadian menonjol di Kabupaten Sleman. Tidak ada komplain dari pengunjung maupun yang lainnya.

Diungkapkan pada liburan kali ini, pengunjung terbanyak ada di Candi Prambanan. Rata-rata per hari pengunjung candi Roro Jonggrang itu lebih dari 10 ribu wisatawan. Untuk wisata Kalliurang, Breksi, dan Obelix distribusinya masih merata. Tiga wisata itu masuk ke dalam destinasi yang masih banyak diminati saat ini.

“Yang lain segmented, hanya beberapa orang yang berkunjung ke situ. Dan beberapa objek mengalami kenaikan pengunjung seperti watu purbo,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tahun 2023 ini, langkah yang dilakukan Dispar masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk mencapai target, pihaknya tetap akan menggelar beberapa event di Sleman.

“Setidaknya pada bulan Januar ini akan launching jadwal event. Dengan adanya eventevent kita percaya dapat menaikkan kunjungan. Di samping promosi yang terus dilakukan,” tuturnya.

Selain itu, kuantitas destinasi wisata unggulan di Sleman juga perlu untuk ditingkatkan. Sejauh ini, destinasi wisata unggulan masih di lereng Gunung Merapi, Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko, Tebing Breksi, dan destinasi wisata buatan lainnya. (cr5/abd)