KUDUS, Joglo Jateng – Banjir masih melanda beberapa daerah di Kabupaten Kudus, sampai memasuki rumah-rumah. Meski demikian, beberapa warga yang terdampak masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan tidak mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus memberikan pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis bagi warga yang terdampak banjir dan tidak mengungsi. Pelayanan tersebut dimulai sejak Sabtu (7/1) lalu dan akan terus berlanjut hingga banjir di Kudus surut.
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus Imam Santosa menjelaskan, pelayanan kesehatan gratis ini sudah dimulai di Dukuh Barisan, Kecamatan Jati. Selanjutnya direncanakan akan menyasar Dukuh Goleng, Jati, Desa Setrokalangan, Kaliwungu dan Desa Karangrowo, Undaan.
“Pengungsian yang berada di balai desa itu sudah ada puskesmas yang menangani. Nah kami membantu pemerintah, lakukan pelayanan kesehatan gratis ke warga yang masih bertahan ditengah banjir,” terangnya.
Sebelumnya, pihaknya telah melakukan assesment di wilayah terdampak dan belum terjangkau oleh pemerintah. Setelah assesment, dari warga juga ada permintaan terkait pelayanan kesehatan. Maka itu, PMI Kudus memfasilitasi hal tersebut. Dari kasus yang ditemukan, warga mengalami gatal-gatal dan daya tahan tubuh menurun.
“Dari warga antusianya tinggi ketika kita datangi, karena mereka memang membutuhkan. Namun, sayangnya kita tidak bisa menjangkau semua warga karena beberapa warga telah pergi bekerja,” ujarnya.
Dalam pelayanan kesehatan gratis tersebut, PMI Kudus menurunkan tiga dokter dan perawat relawan dari ITEKES dan UMKU. Nantinya, kebutuhan kesehatan sehari-hari juga akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan adanya pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat benar-benar membantu warga yang terdampak. Kami dari PMI memang tugasnya membantu pemerintah, kami mengcover yang belum terjangkau,” paparnya. (mey/fat)










