KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus saat ini masih memantau desa-desa yang akan melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi (PT). Kerja sama tersebut terkait seleksi pengisian perangkat desa di 90 desa yang ada di Kabupaten Kudus.
Kepala Dinas PMD Kudus Adi Sadhono Murwanto menjelaskan, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) akan dilakukan pada Jumat (3/2) mendatang. Sementara ujian penyaringan direncanakan akan dilakukan pada Selasa (14/2) mendatang. Dan saat ini belum ada fiksasi kerja sama antar desa di Kudus dengan perguruan tinggi.
“Kalo yang bekerja sama belum ada. Sementara ini masih berkomunikasi, diharapkan fiksasi kerja sama dapat dilakukan di akhir Januari mendatang,” ujarnya.
Pihaknya, saat ini masih memantau desa-desa yang akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Untuk Minggu depan, direncanakan akan mengundang perguruan tinggi untuk melakukan paparan program, kaitannya dengan ujian penyaringan, sistemnya seperti apa, kuotanya berapa, dan lain sebagainya.
“Untuk fiksasi kerja sama, tetap semua keputusan akan kembali ke desa masing-masing, keputusannya bagaimana. Kami hanya memfasilitasi,” ungkapnya.
Sementara itu, terdapat sembilan perguruan tinggi yang sudah berkomunikasi dengan Kudus. Diantaranya, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Universitas Stikubank (Unisbank), UIN Walisongo, Universitas Diponegoro (Undip), Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Universitas Padjajaran (UNPAD).
“Dua lainnya itu Unnes dan UNS. Tapi mereka angkat tangan terkait pengisian perangkat desa,” imbuhnya. (mey/fat)










