SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan menggelar 60 kegiatan pariwisata skala lokal, nasional, dan internasional, sepanjang 2023. Hal ini dilakukan untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu. Kegiatan tersebut merupakan agenda unggulan yang masuk dalam Calendar of Event (COE) Tahun 2023 Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, peluncuran COE 2023 bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terkait pelaksanaan kegiatan wisata di Kabupaten Sleman pada 2023. Ia berharap, masyarakat dapat mengetahui jadwal kegiatan wisata sekaligus meningkatkan kunjungan pariwisata di Sleman.
Menurutnya, dengan adanya peluncuran ini juga dapat menggerakkan sektor lain, seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM), ekonomi kreatif, akomodasi, dan lain sebagainya. Sehingga, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan mengalami kenaikan. “Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama sama mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan event–event di Kabupaten Sleman sepanjang 2023,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan, peluncuran kalender kegiatan pariwisata ini merupakan upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sehingga, puluhan event disiapkan untuk itu. “Tahun ini ada 60 event skala lokal, nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Sleman,” katanya.
Terlebih, Zayid mengungkapkan dari 60 itu terdapat beberapa kegiatan yang menjadi highlight. Di antaranya Festival Van der Wijck (2-3 Juni 2023) dan Prambanan Jazz Festival (7-9 Juli dan 14-16 Juli 2023).
“Jelajah wisata Tour de Merapi (25 Juli 2023), Sleman Creative Week (20-22 Oktober 2023), Sleman Temple Run (5 November 2023), Ngayogjazz (18 November 2023), dan Jogja International Heritage Walk (18-19 November 2023),” tambahnya.
Selain itu, Kepala Dispar DIY Singgih Raharja mengapresiasi peluncuran “Calendar of Event 2023” Kabupaten Sleman ini. Ia juga mengapresiasi Kabupaten Sleman atas kontribusinya untuk DIY, karena pada 2022 menjadi peringkat pertama untuk pergerakan wisatawan domestik se-Indonesia di angka 6,13 juta.
“Salah satu penggerak wisatawan domestik yakni adalah melalui penyelenggaraan event. Tentu saya berharap ke depan penyelenggaraan event di Kabupaten Sleman terus ditingkatkan kualitasnya,” tandasnya. (cr5/abd)










